Jawa Pos Radar Madiun - Di antara deretan kendaraan 4x4 legendaris yang pernah beredar di Indonesia, Daihatsu Taft GT menempati tempat istimewa di hati para pecinta off-road.
Taft GT merupakan bagian dari generasi kedua Taft yang dikembangkan dengan kode sasis F70 dan mulai diperkenalkan pada tahun 1984.
Berdasarkan informasi dari Wikipedia – Daihatsu Rugger, model ini adalah versi short wheelbase (SWB) dari Daihatsu Rugger, yang dipasarkan dengan nama berbeda di berbagai negara seperti Rocky di Eropa dan Jepang.
Dibanding pendahulunya yang mengusung mesin diesel 2.5L DG, Taft GT menggunakan mesin diesel 2.8 liter DL I4, yang mampu menghasilkan tenaga sekitar 71 PS pada 3600 rpm.
Mesin ini terkenal karena keandalannya serta torsi rendah yang cocok untuk medan berat.
Masih mengutip dari Wikipedia – List of Daihatsu Engines, mesin DL tidak hanya digunakan pada Taft, tetapi juga diaplikasikan pada kendaraan niaga ringan Daihatsu, menunjukkan fleksibilitas dan ketahanannya untuk berbagai kebutuhan.
Desain eksterior Taft GT mempertahankan gaya boxy khas jip 80-an yang kini justru menjadi daya tarik tersendiri.
Dengan pilihan bodi hardtop dua pintu, fender besar, dan ban cadangan di belakang, kendaraan ini tampil gagah namun tetap fungsional.
Sistem penggeraknya menggunakan 4WD part-time yang dikombinasikan dengan transfer case dua tingkat (High-Low), memungkinkan pengemudi memilih mode sesuai kondisi jalan.
Suspensi per daun di keempat roda juga menambah daya angkut dan daya jelajah, seperti dijelaskan dalam Wikipedia – Daihatsu Taft.
Di pasar Indonesia, Taft GT dikenal sebagai mobil yang “badak” alias kuat dan minim perawatan.
Forum komunitas seperti Taft Diesel Indonesia menyebutkan bahwa mobil ini mudah dirawat, part-nya masih tersedia, dan cocok untuk dimodifikasi.
Banyak penggemar Taft GT yang mengganti jok dengan milik sedan Eropa, atau memasang winch serta snorkel untuk mempertegas karakter off-road-nya.
Salah satu artikel modifikasi dari Otodriver juga menyebutkan bahwa beberapa pemilik bahkan menambahkan jok BMW seri-3 di kabin Taft GT karena ukuran kabin yang cukup fleksibel untuk dirombak.
Tidak hanya berfungsi sebagai kendaraan kerja, kini Taft GT telah menjelma menjadi ikon otomotif klasik, yang nilainya cenderung naik.
Bahkan di sejumlah marketplace, unit yang masih orisinal atau sudah direstorasi dengan baik bisa mencapai harga puluhan hingga ratusan juta rupiah tergantung kondisi.
Keberadaan mobil ini menjadi bukti bahwa tidak semua yang tua itu usang. Dalam hal Taft GT, yang tua justru makin dihargai. (gar)
Editor : Tegar Rukmana