Jawa Pos Radar Madiun - Salah satu keluhan yang cukup sering dialami oleh pengguna motor matik adalah munculnya suara “gredek” atau getaran kasar saat awal akselerasi.
Suara ini terasa seperti hentakan dari bagian transmisi dan bisa membuat pengalaman berkendara menjadi kurang nyaman.
Suara gredek umumnya muncul dari sistem transmisi CVT (Continuously Variable Transmission), yang merupakan jantung penggerak motor matik.
Meski banyak dianggap sepele, suara ini bisa menjadi pertanda adanya masalah pada komponen tertentu.
Ada beberapa penyebab umum munculnya suara gredek pada motor matik, di antaranya:
1. Kampas Kopling Ganda Aus atau Licin
Kampas kopling yang aus tidak dapat mencengkeram rumah kopling dengan sempurna saat motor mulai bergerak.
Hal ini menyebabkan getaran dan suara kasar, terutama saat putaran mesin rendah.
2. Debu dan Kotoran di Ruang CVT
Penumpukan debu atau kotoran pada kampas kopling atau rumah kopling bisa menyebabkan selip dan getaran. Lingkungan berkendara yang berdebu mempercepat proses ini.
3. Permukaan Rumah Kopling Tidak Rata
Gesekan berulang antara kampas dan rumah kopling dapat menyebabkan permukaan menjadi licin atau tidak rata, sehingga timbul getaran saat kopling bekerja.
4. Roller dan V-Belt Aus
Komponen ini bertugas mentransfer tenaga dari mesin ke roda. Bila sudah aus, motor akan terasa bergetar saat berjalan karena perpindahan tenaga tidak berjalan mulus.
5. Pelumasan Tidak Optimal
Kurangnya pelumasan atau penggunaan grease yang tidak sesuai dapat mempercepat keausan komponen CVT dan menyebabkan suara gredek.
Berikut ini 5 solusi praktis yang bisa dilakukan untuk mengatasi suara gredek pada motor matik:
1. Bersihkan Ruang CVT Secara Berkala
Debu dan kotoran yang menumpuk dapat mengganggu kinerja kopling.
Lakukan pembersihan setiap 8.000–10.000 km, atau lebih sering jika motor sering digunakan di medan ekstrem atau cuaca lembap.
2. Ganti atau Perbaiki Kampas Kopling Ganda
Kampas kopling yang sudah aus perlu diganti. Jika permukaan rumah kopling tidak rata, bisa dilakukan pengamplasan ringan agar kampas kembali mencengkeram secara optimal.
3. Periksa V-Belt dan Roller Secara Rutin
Penggantian v-belt disarankan setiap 20.000–25.000 km, sedangkan roller perlu dicek dari bentuk dan bobotnya secara berkala. Komponen ini memengaruhi kelancaran transmisi.
4. Gunakan Grease Khusus untuk Komponen CVT
Pastikan menggunakan grease khusus yang tahan panas dan cocok untuk komponen CVT.
Hindari menggunakan pelumas umum yang bisa menimbulkan kerak atau membuat komponen licin.
5. Upgrade Komponen CVT Bila Diperlukan
Jika ingin performa lebih optimal, pertimbangkan mengganti komponen seperti rumah kopling atau roller dengan versi aftermarket berkualitas.
Namun pastikan tetap sesuai dengan spesifikasi pabrikan.
Suara gredek pada motor matik memang cukup mengganggu, tapi bukan hal yang sulit diatasi.
Perawatan berkala, pemeriksaan komponen, dan penggunaan suku cadang yang tepat merupakan kunci utama agar motor tetap nyaman digunakan.
Jangan menunda servis jika gejala mulai terasa, karena langkah pencegahan selalu lebih hemat daripada perbaikan. (osi)
Editor : Mizan Ahsani