Jawa Pos Radar Madiun – Honda Jazz menjadi salah satu hatchback yang paling digandrungi oleh masyarakat Indonesia.
Desain kompak, performa mesin mumpuni, serta kenyamanan kabin yang cocok untuk perkotaan membuat Jazz memiliki penggemar setia dari berbagai kalangan.
Tak hanya populer di Tanah Air, Honda Jazz juga memiliki basis penggemar kuat di Eropa, yang dikenal menyukai mobil efisien dan praktis.
Daya tarik utama Honda Jazz tak lepas dari evolusi teknologinya. Pada generasi awal GD3 yang meluncur di awal 2000-an, mobil ini dibekali mesin 1.500 cc i-DSI yang terkenal irit bahan bakar.
Namun, sejak tahun 2005, Honda mulai menyematkan mesin VTEC 1.500 cc ke varian Jazz, yang langsung mendongkrak tenaga dari 86 daya kuda menjadi 110 daya kuda.
Perubahan ini membuat performa Jazz jauh lebih responsif tanpa mengorbankan efisiensi.
Menariknya, harga bekas Honda Jazz relatif stabil dan cenderung tidak turun drastis seperti model hatchback lain di segmen serupa.
Hal ini menjadikan Honda Jazz sebagai pilihan cerdas untuk pasar mobil bekas. Berdasarkan penelusuran di laman olx.co.id, harga mobil ini bervariasi tergantung tahun produksi dan kondisi unitnya.
Contohnya, Honda Jazz tahun 2004 dengan transmisi otomatis dan mesin 1.500 cc i-DSI masih ditawarkan seharga Rp 65 juta di wilayah Tangerang Selatan.
Kemudian, unit tahun 2006 dengan mesin VTEC dibanderol Rp 80 juta. Sementara itu, Jazz lansiran 2008 yang masih mengusung mesin i-DSI tersedia dengan harga Rp 75 juta di Jakarta Pusat.
Naik ke model yang lebih baru, Honda Jazz tahun 2011 berwarna abu-abu dijual seharga Rp 107 juta. Mobil ini tetap mengusung mesin 1.500 cc bensin dan transmisi otomatis.
Di segmen akhir, Honda Jazz RS tahun 2013 yang tampil sporty dengan warna merah, saat ini ditawarkan dengan harga Rp 141,9 juta oleh salah satu diler di Jakarta Selatan.
Dengan harga yang cukup bertahan dan pilihan unit yang beragam, Honda Jazz masih menjadi salah satu mobil bekas yang paling layak dilirik.
Selain karena ketangguhan mesinnya, Jazz juga terkenal mudah dalam hal perawatan dan memiliki nilai jual kembali yang tinggi. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira