Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Membedah Kama Sutra: Kitab Kuno India yang Ternyata Ada Jejaknya di Candi Prambanan dan Cirebon!

Dwi NR Diliana • Kamis, 19 Juni 2025 | 04:00 WIB
Relief berbentuk Kama Sutra pada sebuah candi.
Relief berbentuk Kama Sutra pada sebuah candi.

Jawa Pos Radar Madiun - Beberapa dekade lalu, dunia sempat heboh dengan kabar tentang Kama Sutra—sebuah kitab dari India yang kerap diidentikkan dengan posisi bercinta.

Namun, pandangan tersebut sejatinya terlalu sempit. Kama Sutra bukan sekadar buku erotis, melainkan teks kuno penuh nilai filosofis, spiritualitas, dan panduan menjalani kehidupan cinta secara utuh.

Kitab ini ditulis oleh seorang filsuf India bernama Vatsyayana sekitar abad ke-3 Masehi.

Ditulis dalam bahasa Sanskerta, Kama Sutra terdiri dari tujuh bagian dengan total 36 bab yang membahas topik-topik seputar hubungan, emosi, dan kebijaksanaan hidup—bukan semata-mata soal teknik atau posisi hubungan badan.

Vatsyayana secara tegas menyampaikan dalam manuskripnya bahwa siapa pun yang terlalu larut dalam kenikmatan jasmani akan kehilangan arah hidupnya.

“Mereka yang terlalu menyerahkan diri pada kehidupan seksual berlebihan, sesungguhnya memusnahkan diri mereka sendiri,” tulis Vatsyayana dalam salah satu kutipannya.

Terjemahan Inggris dari Kama Sutra oleh Sir Richard Burton pada 1883 menjadi pintu masuk teks ini ke dunia Barat dan populer hingga hari ini.

Namun, esensi Kama Sutra bukanlah pornografi terselubung, melainkan ajaran tentang cinta, keharmonisan, dan etika hubungan suami istri.

Yang menarik, pengaruh Kama Sutra tidak hanya ditemukan di India.

Relief yang menggambarkan adegan-adegan dalam kitab ini juga terpahat di sejumlah kuil Hindu kuno seperti Khajuraho di Madhya Pradesh, sebuah situs warisan dunia UNESCO, serta beberapa kuil di Rajasthan bagian utara India.

Tak berhenti di sana, jejak budaya dan simbolisme erotis serupa juga bisa ditemukan di Indonesia.

Di Museum Keraton Kesepuhan Cirebon, misalnya, tersimpan dua ukiran kuno yang menggambarkan posisi intim secara eksplisit.

Baca Juga: Hasil VNL 2025 Putri Thailand vs Jepang Hari Ini: Pornpun Cs Kena Comeback dalam Drama Lima Set

Menurut para juru pelihara situs, ukiran ini dulunya merupakan bentuk pendidikan seksualitas pada generasi muda bangsawan.

Relief bernuansa erotik juga ditemukan di Candi Sukuh dan Candi Prambanan.

Meskipun tidak secara eksplisit meniru Kama Sutra, para pakar meyakini bahwa ukiran-ukiran ini berkaitan erat dengan ajaran tantra, yaitu praktik spiritual Hindu yang menekankan keseimbangan antara cinta, tubuh, dan jiwa dalam kehidupan pernikahan.

Ajaran-ajaran ini sejatinya menjadi refleksi bahwa seksualitas tidak harus dikaitkan dengan aib, tetapi dapat menjadi sarana pendidikan dan spiritualitas jika ditempatkan pada konteks yang benar.

Kama Sutra mengajarkan bahwa cinta dan kehidupan berpasangan bukan hanya tentang gairah, tetapi juga tentang rasa hormat, keseimbangan, dan ketulusan dalam menjalin hubungan. (aan)

Editor : Mizan Ahsani
#prambanan #kitab #cirebon #kama sutra #india