Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tokoh Wayang Ini Jarang Disorot, Padahal Dialah Provokator Kurawa yang Gugur di Tangan Sadewa

Ki Damar • Selasa, 24 Juni 2025 | 02:05 WIB
ILUSTRASI: Pamentasan wayang kulit. (DOKUMEN/RADAR SOLO)
ILUSTRASI: Pamentasan wayang kulit. (DOKUMEN/RADAR SOLO)

Jawa Pos Radar Madiun - Di balik kisah Mahabharata yang penuh intrik dan pertempuran besar, nama Uluka mungkin tak sering disebut, namun peranannya tak bisa dikesampingkan.

Putra Sengkuni ini memiliki andil penting dalam awal memanasnya konflik antara Pandawa dan Korawa, terutama lewat peran provokatifnya sebagai utusan perang.

Uluka dikenal sebagai sosok yang setia kepada ayahnya, Sengkuni, dan mengikuti jejaknya dalam mendukung Duryudana.

Ketika Pandawa kembali dari pengasingan setelah kalah dalam permainan dadu yang licik, Uluka sempat ingin membawa pulang ayahnya kembali ke Gandhara.

Namun Sengkuni menolak karena telah menyatu dalam konspirasi besar bersama Duryudana untuk membinasakan para Pandawa dalam perang terbuka.

Menjelang meletusnya perang Kurusetra, Duryudana memanfaatkan Uluka sebagai alat propaganda.

Dalam kitab Udyogaparwa, Uluka dikirim ke perkemahan Pandawa untuk menyampaikan pesan-pesan verbal yang disusun penuh hinaan dan provokasi.

Ia menyampaikan cercaan kepada pYudistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa serta kepada sekutu mereka seperti Raja Wirata, Drupada, Drestadyumna, Srikandi, dan bahkan Kresna.

Aksi Uluka membakar emosi, terutama Bima yang murka saat mendengar isi pesan tersebut.

Namun Kresna tetap tenang dan memotong perbincangan, mengingatkan bahwa Uluka adalah utusan dan tidak pantas disakiti.

Meskipun demikian, Uluka menolak pergi sebelum menyampaikan seluruh isi pesan.

Setiap tokoh yang dihina lantas membalasnya dengan pernyataan keras, tetap melalui Uluka sebagai perantara.

Setelah menyelesaikan tugasnya, Uluka kembali ke kubu Kurawa. Ketika perang dimulai, ia memilih berdiri di sisi ayah dan Duryudana.

Dalam medan laga, Uluka terlibat pertempuran sengit melawan Yuyutsu, sepupunya sendiri yang memilih berpihak pada Pandawa.

Namun nasib tragis menantinya. Uluka akhirnya gugur di tangan Sadewa, si bungsu Pandawa yang terkenal lihai dalam strategi dan duel. (*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#kurawa #Pandawa #Sengkuni #Duryudana