Jawa Pos Radar Madiun - Banyak yang bilang punya mobil bertransmisi CVT (Continuously Variable Transmission) bisa bikin kantong jebol kalau rusak.
Tapi benarkah begitu?
Sebenarnya tidak, asalkan Anda tahu cara merawatnya dan paham cara pakainya.
Jika dilakukan dengan benar, CVT justru memberikan kenyamanan berkendara serta konsumsi bahan bakar yang efisien.
Hal paling mendasar dan simpel untuk menjaga transmisi CVT tetap sehat adalah rutin mengganti oli transmisi.
Contohnya, Honda Mobilio direkomendasikan untuk mengganti oli CVT setiap 80.000 km. Tapi angka ini adalah batas maksimal.
Idealnya, penggantian dilakukan lebih cepat, terutama jika sering melintasi kemacetan atau jalur ekstrem, karena transmisi bekerja lebih berat dalam kondisi tersebut.
Fungsi Oli CVT Sangat Vital
Oli CVT melumasi dan mendinginkan puli dan sabuk baja yang bekerja secara terus-menerus.
Jika kualitas oli sudah menurun, gesekan (friksi) meningkat, puli bisa tergerus, dan sabuk baja berpotensi putus.
Gunakan oli khusus CVT, bukan oli AT biasa. Meskipun sama-sama untuk transmisi otomatis, karakter dan fungsi pelumasannya berbeda.
Beberapa kebiasaan buruk bisa memperpendek usia CVT, seperti kickdown mendadak (injak gas dalam tiba-tiba), membawa beban berlebih saat melintasi jalan berat, dan jarang servis berkala.
Sebelum berkendara di jalur berat, pastikan kondisi CVT prima.
Jika memungkinkan, kurangi beban mobil agar kinerja transmisi tidak terlalu berat.
Biaya Perbaikan CVT, Jangan Sampai Kaget
Berikut kisaran biaya jika Anda harus memperbaiki CVT:
Belt: Rp2 juta–Rp6 juta
Control valve aftermarket: Rp4 juta–Rp8 juta
Pulley: Rp5 juta–Rp8 juta
Satu set belt dan pulley: sekitar Rp20 juta
Satu set CVT lengkap: bisa mencapai Rp30 juta–Rp45 juta
Kalau dibandingkan dengan kenyamanan dan efisiensi bahan bakar yang ditawarkan, CVT tetap layak dipertimbangkan.
Yang penting, jangan asal pakai dan rajin perawatan.
Mobil CVT bukan momok menakutkan jika Anda tahu cara merawatnya. Justru, dengan perawatan tepat, CVT bisa menjadi pilihan nyaman, irit, dan awet. (rio/naz)
Editor : Mizan Ahsani