Jawa Pos Radar Madiun - Perubahan radikal dilakukan Toyota pada Avanza, mobil yang selama ini dikenal sebagai “sejuta umat”.
Sejak generasi terbarunya dirilis, Avanza kini tak lagi menggunakan sistem penggerak roda belakang (Rear Wheel Drive/RWD), melainkan telah beralih ke penggerak roda depan (Front Wheel Drive/FWD).
Transformasi ini tak pelak memicu reaksi dari publik, terutama dari para loyalis Avanza generasi lama.
Banyak yang menilai bahwa karakter kuat Avanza yang dulu dikenal tangguh di segala medan telah berubah.
Namun di balik keputusan ini, Toyota bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil riset dan evaluasi pasar, Toyota memandang bahwa kebutuhan konsumen dan kondisi jalan di Indonesia telah mengalami perubahan besar.
FWD Lebih Efisien, Kabin Lebih Luas
Salah satu pertimbangan utama Toyota dalam mengadopsi sistem FWD adalah efisiensi bahan bakar.
Dibanding RWD, sistem penggerak roda depan tidak memerlukan propeller shaft dan gardan belakang, sehingga tenaga dari mesin bisa langsung tersalurkan ke roda depan tanpa banyak kehilangan energi.
Hasilnya, konsumsi bahan bakar bisa ditekan dan kendaraan jadi lebih responsif di perkotaan.
Keuntungan lainnya adalah pada sisi ruang kabin yang lebih lega dan rata. Dengan tidak adanya komponen penggerak belakang, lantai mobil kini lebih rendah dan datar.
Hal ini membuka peluang bagi Toyota untuk menyulap Avanza menjadi lebih nyaman, termasuk dengan fitur konfigurasi kursi “New Pleasant Long Sofa Mode” yang memperkuat identitasnya sebagai kendaraan keluarga modern.
Avanza Kini Bukan untuk Jalan Rusak?
Ketika pertama kali diluncurkan pada awal 2000-an, Avanza hadir dengan RWD karena alasan kebutuhan medan.
Jalanan di Indonesia kala itu belum sebaik sekarang, dengan banyak tanjakan curam dan kondisi jalan rusak yang menuntut sistem penggerak roda belakang untuk mengatasi tantangan tersebut.
Namun kini, dengan infrastruktur jalan nasional yang jauh lebih baik, Toyota melihat ada pergeseran gaya hidup dan kebutuhan mobilitas masyarakat.
Mobilitas kini lebih sering terjadi di perkotaan dengan kebutuhan akan kenyamanan, teknologi, dan efisiensi, ketimbang daya jelajah ekstrem. Avanza versi terbaru hadir sebagai respons terhadap perubahan itu.
Masuk Era Teknologi dan Platform Baru
Perubahan ke sistem FWD juga membuka jalan bagi Toyota untuk menyematkan teknologi dan fitur kekinian. Platform DNGA (Daihatsu New Global Architecture) menjadi dasar pengembangan Avanza terbaru.
Platform ini mendukung penerapan transmisi otomatis D-CVT untuk akselerasi yang lebih halus serta berbagai fitur keselamatan canggih seperti Toyota Safety Sense (TSS) pada varian tertentu.
Tak hanya lebih hemat dan nyaman, Avanza kini juga tampil lebih modern, baik secara desain eksterior maupun interior. Inilah sebabnya banyak pengamat menyebut bahwa Avanza generasi baru sebenarnya adalah produk yang benar-benar berbeda dari pendahulunya.
Tetap Andal Meski Tak Lagi RWD
Meski demikian, kekhawatiran dari publik tak bisa diabaikan begitu saja. Banyak yang ragu pada kemampuan FWD saat melintasi tanjakan atau membawa beban berat.
Menjawab hal itu, Toyota menyatakan telah melakukan banyak penyesuaian, termasuk pada penempatan center of gravity dan redistribusi bobot agar mobil tetap stabil dan mampu menghadapi jalan menanjak.
Toyota juga menegaskan bahwa performa Avanza di medan berat tetap diperhitungkan. Dalam kondisi uji nyata, Avanza FWD diklaim tetap mampu melewati tanjakan ekstrem seperti di wilayah pegunungan dengan aman dan stabil. (rio)
Editor : Mizan Ahsani