Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

9 Vaksin Kucing yang Wajib Diberikan agar Si Anabul Sehat dan Panjang Umur

Yunita Tri Desianti • Senin, 28 Juli 2025 | 22:16 WIB

 

Ilustrasi vaksin kucing cegah penyakit.
Ilustrasi vaksin kucing cegah penyakit.

Jawa Pos Radar Madiun – Kucing yang sehat bukan hanya soal makanan bergizi atau bulu yang mengilap, tapi juga perlindungan dari penyakit berbahaya.

Salah satu cara paling efektif untuk menjaga kesehatan si anabul adalah dengan vaksinasi kucing secara rutin.

Melalui vaksin, tubuh kucing dilatih untuk mengenali dan melawan virus atau bakteri sebelum infeksi menyerang.

Terutama pada anak kucing, vaksinasi sangat penting karena antibodi alami dari induknya akan memudar dalam beberapa minggu.

Tanpa vaksin, kucing rentan terkena penyakit seperti panleukopenia, calicivirus, hingga rabies.

Simak penjelasan lengkap tentang jenis vaksin kucing, jadwal pemberian vaksin, hingga efek samping dan rekomendasi vaksin non-core berikut ini!

9 Jenis Vaksin Kucing yang Harus Diketahui

Vaksin kucing terbagi dalam dua kategori: core (wajib) dan non-core (tambahan sesuai risiko). Berikut daftarnya:

1. FVR (Feline Viral Rhinotracheitis)

Melindungi dari virus herpes kucing penyebab flu, pilek, dan mata berair kronis. Sering kambuh saat kucing stres.

2. FCV (Feline Calicivirus)

Mencegah sariawan dan infeksi saluran pernapasan. Virus ini sangat menular di lingkungan padat kucing.

3. FPV (Feline Panleukopenia)

Vaksin ini sangat penting! FPV menyerang pencernaan, bisa berakibat fatal terutama pada anak kucing.

4. Rabies

Wajib di banyak negara. Rabies bersifat zoonosis (menular ke manusia) dan mematikan.

5. FeLV (Feline Leukemia Virus)

Dianjurkan untuk anak kucing dan kucing dewasa dengan risiko tinggi. Menurunkan imunitas dan bisa picu kanker.

6. Chlamydia felis

Menyerang mata dan saluran pernapasan. Cocok untuk kucing yang sering bersosialisasi dengan kucing lain.

7. Bordetella bronchiseptica

Vaksin ini melindungi dari batuk kennel. Disarankan untuk kucing shelter atau rumah multi-kucing.

8. FIP (Feline Infectious Peritonitis)

Masih kontroversial, hanya diberikan dalam kondisi khusus atas rekomendasi dokter hewan.

9. FIV (Feline Immunodeficiency Virus)

Serupa AIDS pada kucing. Vaksin ini opsional dan hanya untuk kucing yang sering berkelahi atau tinggal di luar rumah.

Jadwal Vaksin Kucing yang Direkomendasikan

Untuk Anak Kucing (0–1 tahun):

6–8 minggu: FVRCP + FeLV

10–12 minggu: Booster FVRCP + FeLV

14–16 minggu: Booster FVRCP + FeLV + Rabies

Usia 1 tahun: Booster ulang semua vaksin core

Untuk Kucing Dewasa (di atas 1 tahun):

Rabies: Setiap 1–3 tahun sesuai aturan daerah

FVRCP: Booster setiap 1–3 tahun tergantung gaya hidup

FeLV: Tahunan jika punya risiko tinggi (kucing outdoor atau shelter)

Catatan: Jadwal ini bisa berubah tergantung kondisi kesehatan dan lingkungan. Konsultasikan selalu dengan dokter hewan untuk jadwal terbaik.

Apakah Vaksin Bisa Menyebabkan Efek Samping?

Vaksin umumnya aman. Namun, efek samping ringan kadang terjadi seperti:

Demam ringan

Nafsu makan menurun

Bengkak di area suntik

Kucing jadi lesu 1–2 hari

Jika muncul gejala seperti muntah berulang, kesulitan bernapas, atau pembengkakan ekstrem, segera bawa ke dokter. Ini bisa jadi reaksi alergi parah yang jarang terjadi. (cor)

Editor : Andi Chorniawan
#jadwal #kucing #penyakit #vaksin