Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Bahan dan Cara Membuat MPASI sesuai Anjuran WHO, Beri Anak yang Terbaik!

Elin Restiyani • Senin, 28 Juli 2025 | 23:31 WIB
Cara membuat mpasi pertama untuk bayi sesuai WHO.
Cara membuat mpasi pertama untuk bayi sesuai WHO.

Jawa Pos Radar Madiun - Air susu ibu (ASI) memang makanan terbaik bagi bayi. Tapi, ketika si kecil menginjak usia 6 bulan, kebutuhan nutrisinya tak lagi bisa dipenuhi hanya dari ASI.

Di sinilah peran MPASI (Makanan Pendamping ASI) sangat penting. Tak sekadar makanan tambahan, MPASI berfungsi sebagai stimulasi oromotor, pengenalan rasa, hingga pembentukan kebiasaan makan sehat sejak dini.

Menurut pedoman WHO dan IDAI, pemberian MPASI harus memenuhi empat prinsip utama: tepat waktu, nutrisinya adekuat, aman dan higienis, serta diberikan secara responsif.

Yuk, simak panduan lengkapnya di bawah ini!

1. Tanda Kesiapan Bayi Menerima MPASI

Tak hanya usia, kesiapan bayi menerima MPASI juga dilihat dari sinyal perkembangan berikut:

Sudah bisa memasukkan tangan atau benda ke mulut

Dapat duduk dengan bantuan

Kepala sudah tegak

Tertarik melihat orang makan

Merespons pemberian makanan dengan membuka mulut

Masih lapar meski sudah diberi ASI

2. MPASI Harus Adekuat: Kaya Nutrisi dan Seimbang

MPASI harus mengandung karbohidrat, protein (utama protein hewani), lemak, serta zat gizi mikro penting seperti zat besi. Zat besi sangat penting untuk mencegah anemia dan menunjang perkembangan otak.
Jika kekurangan zat besi, anak bisa mengalami hambatan kecerdasan, motorik, dan perilaku.

3. MPASI Aman dan Higienis: Cegah Kontaminasi Sejak Dini

Menurut IDAI, pengolahan MPASI harus memenuhi standar keamanan pangan:

Cuci tangan dan peralatan makan sebelum memasak

Pisahkan bahan mentah dan matang

Gunakan bahan dan air yang aman

Masak MPASI hingga matang sempurna

Simpan dalam suhu di bawah 5°C atau di atas 60°C

Jangan panaskan ulang lebih dari 2 kali

Buang MPASI yang berada di suhu ruang lebih dari 2 jam

4. MPASI Responsif: Ikuti Sinyal Lapar & Jangan Memaksa

MPASI bukan hanya soal memberi makan, tapi juga proses interaksi ibu dan anak.
Berikan MPASI saat bayi menunjukkan tanda lapar, dan hindari memaksa.
Tujuan utamanya adalah membangun hubungan positif antara anak dan makanan.

Tips Pemberian MPASI Pertama untuk Si Kecil

Komposisi Nutrisi Ideal (versi IDAI):

Karbohidrat: 35–60%

Protein: 10–15%

Lemak: 30–45%

Buah dan sayur sebagai perkenalan

Porsi & Frekuensi Makan:

Mulai dari 2–3 sendok makan

Meningkat bertahap hingga 125 ml per sesi

Frekuensi: 2–3 kali makan utama dan 1–2 kali camilan

Tekstur Bertahap:

Awal: halus dan disaring

Bertahap: sesuai usia dan kemampuan mengunyah bayi

Camilan Juga Penting:

Untuk nutrisi tambahan dan stimulasi sensorik

Pilih camilan sehat seperti buah lembut, biskuit bayi, atau puding susu

Contoh MPASI Pertama: Bubur Daging Sapi Wortel

Bahan:

20 gr nasi

15 gr daging sapi

1 sdm wortel cincang

1 sdm minyak

Bawang merah & bawang putih (bumbu halus)

Cara Membuat:

1. Kukus daging dan bumbu hingga matang

2. Tambahkan wortel dan minyak, masak sebentar

3. Masukkan nasi, campur rata

4. Saring atau blender hingga teksturnya sesuai usia bayi

Apa Itu MPASI Fortifikasi dan Kapan Diperlukan?

MPASI fortifikasi adalah makanan bayi dengan tambahan nutrisi seperti zat besi, zink, dan vitamin penting. Produk ini diformulasikan sesuai standar WHO dan aman untuk bayi karena:

Tanpa pengawet

Tahan lama karena teknologi pengeringan

Lengkap nutrisinya, termasuk mikronutrien penting

MPASI fortifikasi bisa jadi solusi praktis bagi ibu yang kesulitan menyiapkan MPASI rumahan setiap hari. (den)

Editor : Deni Kurniawan
#Usia 6 bulan #resep #mpasi #bahan #Pertama #who #bayi #cara membuat #fortifikasi