Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

7 Jenis Burung Murai Batu Paling Populer di Indonesia: Suara Gacor, Gaya Tarung Berkelas

Ardia Dimas • Selasa, 29 Juli 2025 | 23:45 WIB

 

Mengenal jenis burung murai batu di Indonesia.
Mengenal jenis burung murai batu di Indonesia.

Jawa Pos Radar Madiun – Murai batu menjadi salah satu burung kicau yang paling digemari di Indonesia.

Dikenal dengan suara kicauan tajam, gaya tarung ekspresif, dan mental juara, burung ini tak hanya menghiasi rumah para pecinta kicau, tetapi juga mendominasi arena kontes tingkat lokal hingga nasional.

Namun, tak semua murai batu sama. Ada banyak jenis murai yang dibedakan berdasarkan asal daerahnya.

Masing-masing memiliki ciri khas tersendiri, baik dari bentuk tubuh, ekor, warna, hingga karakter suara dan mentalnya.

Berikut ini 7 jenis burung murai batu paling populer di kalangan penghobi dan perbedaannya:

1. Murai Batu Medan – Raja Segala Murai

Asal: Sumatera Utara

Ciri khas:

Ekor panjang dan melengkung (hingga 25 cm)

Ujung ekor putih

Suara nyaring dan variatif

Gaya tarung aktif dan penuh gaya

Kelebihan:

Murai Medan dikenal sebagai tipe paling ideal untuk lomba. Harga bisa sangat tinggi, terutama jika sudah langganan juara.

2. Murai Batu Nias – Si Hitam Garang

Asal: Pulau Nias, Sumatera Utara

Ciri khas:

Tubuh dominan hitam legam, termasuk dada

 Baca Juga: Mengapa Burung Lebih Sering Bernyanyi di Waktu Fajar? Ini Penjelasan dari Studi Terbaru

Ekor lebih pendek dibanding murai Medan

Suara tajam, keras, dan kuat

Kelebihan:

Daya tahan tubuh bagus, mudah adaptasi, cocok untuk pemula yang ingin belajar merawat murai.

3. Murai Batu Borneo – Si Gesit Bermental Baja

Asal: Kalimantan Selatan dan sekitarnya

Ciri khas:

Ekor pendek dan lurus

Suara cepat dan tajam

Dada berwarna oranye kekuningan

Kelebihan:

Gesit dan aktif di arena, cocok untuk lomba. Tapi butuh pemasteran intensif untuk variasi suara maksimal.

4. Murai Batu Aceh – Kembaran Medan yang Lebih Garang

Asal: Provinsi Aceh

Ciri khas:

Mirip murai Medan tapi lebih pendek ekornya

Gaya tarung agresif

Suara keras, dada oranye pekat

Kelebihan:

Karakternya cocok untuk arena lomba. Sulit dibedakan dari murai Medan kecuali oleh penghobi berpengalaman.

5. Murai Batu Lampung – Tenang tapi Tajam

Asal: Provinsi Lampung

Ciri khas:

Ekor lebih pendek

Warna dada cokelat tua

Suara tajam tapi tak sevariatif murai Medan

Kelebihan:

Cocok untuk dilatih sebagai murai pemula. Kicauan bisa berkembang dengan perawatan intensif.

6. Murai Batu Jawa – Langka Tapi Tetap Eksis

Asal: Gunung Salak & Gunung Halimun

Ciri khas:

Tubuh sedang, dada pudar

Ekor pendek

Karakter suara kurang stabil

Catatan:

Mulai sulit ditemui di alam liar. Kini lebih banyak dibudidayakan dalam penangkaran.

7. Murai Batu Sabang – Suara Tajam, Tampilan Alami

Asal: Pulau Weh (Sabang, Aceh)

Ciri khas:

Ekor sedang, suara tajam dan khas

Warna dada cerah

Mental bagus, unik dan jarang ditemui  

Kelebihan:

Cocok untuk masteran dan sebagai koleksi langka. Belum banyak yang memilikinya. (cor)

 

Editor : Andi Chorniawan
#sabang #nias #gaya #murai batu #perbedaan #SUARA #medan