Jawa Pos Radar Madiun – Burung pentet alias cendet dikenal sebagai burung petarung dengan karakter galak, gaya tarung atraktif, dan suara tajam yang memikat.
Namun, potensi tersebut tidak akan keluar maksimal tanpa proses pemasteran yang tepat.
Sebagai burung peniru, pentet sangat responsif terhadap suara lingkungan. Tanpa diarahkan, burung ini bisa meniru suara yang tidak diinginkan seperti anak kecil menangis atau suara pintu berderit.
Maka dari itu, penting bagi penghobi untuk menyuplai masteran yang berkualitas agar suara pentet makin bervariasi dan garang.
6 Jenis Masteran Terbaik untuk Pentet
1. Suara Burung Cililin
Cililin jantan punya suara tembakan rapat, tajam, dan sangat cocok untuk meningkatkan agresivitas vokal pentet. Masteran ini banyak digunakan oleh peserta lomba karena mampu menambah nilai isian saat pentet tampil di atas gantangan.
Tips: Putar suara cililin di pagi (05.00–07.00) atau sore (16.00–18.00) saat burung santai.
2. Suara Lovebird dan Kenari
Kombinasi suara ngekek lovebird dan cerecetan kenari mampu menambah warna vokal pentet. Meski lembut, keduanya cocok untuk dijadikan selingan masteran agar suara pentet tidak monoton.
3. Suara Gereja Tarung
Karakter vokal gereja tarung kasar dan penuh emosi. Masteran ini bagus untuk membentuk mental tarung dan karakter fighter pada pentet. Gunakan sesekali untuk menjaga keseimbangan mental burung.
Catatan: Jangan diputar terlalu sering agar pentet tidak stres.
4. Suara Kapas Tembak
Kapas tembak memiliki suara tembakan tajam dan rapi. Burung pentet yang menguasai suara ini akan terdengar “berisi” dan tidak kosong saat bertarung suara di lapangan.
5. Suara Serangga (Jangkrik atau Belalang)
Masteran unik tapi efektif. Suara serangga memberi kesan alami dan membuat vokal pentet lebih eksotis serta tajam.
6. Suara Tengkek Buto
Masteran tengkek buto wajib untuk pentet lomba. Suara keras, panjang, dan berirama tembakannya membuat pentet terlihat dominan dan gahar saat tampil.
Kapan Waktu Terbaik untuk Pemasteran?
Pemilihan waktu juga penting agar suara masteran bisa direkam sempurna oleh burung:
Pagi (05.00–07.00): Saat burung masih segar dan fokus
Siang (13.00–16.00): Setelah dijemur dan diberi EF
Malam (19.00–21.00): Saat istirahat, suara terekam lebih dalam
Gunakan MP3 player, audio digital, atau burung master langsung. Pastikan volume tidak terlalu keras dan lingkungan tenang. (cor)
Editor : Andi Chorniawan