Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Cantik tapi Merusak! Ini 5 Burung yang Dianggap Hama oleh Para Petani

Ardia Dimas • Rabu, 30 Juli 2025 | 01:39 WIB

 

Ilustrasi burung yang dianggap hama oleh petani.
Ilustrasi burung yang dianggap hama oleh petani.

Jawa Pos Radar Madiun – Burung sering dipandang sebagai simbol keindahan alam dan ketenangan. Tapi bagi petani, tidak semua burung membawa kabar baik.

Beberapa jenis justru dianggap sebagai hama tanaman yang mengancam produktivitas lahan pertanian. Serangan mereka bisa terjadi tiba-tiba dan dalam jumlah besar, mengakibatkan kerugian nyata bagi petani.

Berikut ini jenis-jenis burung yang kerap dianggap hama oleh petani di Indonesia, beserta cara mengatasinya secara bijak.

1. Burung Pipit (Emprit)

Masalah:

Burung kecil ini bisa datang dalam jumlah ratusan saat musim padi mulai berisi. Mereka menyukai bulir padi muda dan bisa merontokkan hasil panen hanya dalam beberapa jam.

Solusi:

Gunakan orang-orangan sawah

Pasang pita plastik mengilap atau CD bekas yang memantulkan cahaya

 Pemutaran suara bising di jam-jam rawan serangan

2. Burung Kutilang

Masalah:

Meski populer karena suaranya, kutilang kerap menyerang pohon buah seperti pepaya, pisang, dan mangga. Mereka mematuki buah matang dan meninggalkan bekas rusak.

Solusi:

Bungkus buah dengan kantong plastik atau jaring

Gunakan jaring pelindung saat buah hampir matang

Pasang alat pengusir suara sederhana

3. Burung Jalak

Masalah:

Dikenal sebagai simbol damai, burung ini ternyata doyan biji-bijian seperti jagung dan padi. Bahkan, mereka bisa ikut mengacak-acak tanaman muda saat mencari makan.

Solusi:

Tanam tanaman pengalih (trap crop) di sekeliling lahan utama

Gunakan jaring atau pagar ringan untuk menghalangi masuknya burung

5. Burung Gagak

Masalah:

Gagak termasuk burung oportunis. Selain memakan buah dan biji, mereka juga mencuri bibit, menyerang tanaman muda, bahkan mengganggu peternakan.

Solusi:

Karena gagak sangat cerdas, variasikan metode pengusiran

Gunakan boneka burung pemangsa yang dipindah-posisikan secara rutin

Hindari pengusiran monoton agar tidak dikenali sebagai tipuan

Mengapa Burung Menyerang Lahan Pertanian?

Jawabannya sederhana: insting bertahan hidup.

Lahan pertanian menyediakan sumber makanan melimpah. Padi, buah matang, dan biji-bijian adalah sumber gizi utama burung-burung liar.

Namun hal ini tentu menjadi konflik langsung dengan para petani yang menggantungkan hidup pada hasil panen. (cor)

 

Editor : Andi Chorniawan
#solusi #Pipit #Derkuku #hama #sawah #kutilang adalah #dianggap #burung #petani