Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Mulai Urban Farming di Rumah! Ini Panduan Lengkap Berkebun untuk Pemula tanpa Perlu Lahan Luas

Dewanti Septianingrum • Rabu, 30 Juli 2025 | 13:05 WIB
Ilustrasi urban farming di lahan sempit rumah.
Ilustrasi urban farming di lahan sempit rumah.

Jawa Pos Radar Madiun - Bercocok tanam di rumah kini menjadi tren gaya hidup sehat dan hemat yang semakin diminati.

Selain mengurangi ketergantungan terhadap bahan pangan luar, menanam sendiri juga menjamin kesegaran, keamanan, dan kualitas hasil panen.

Urban farming atau pertanian kota memungkinkan siapa pun—baik tinggal di rumah tapak maupun apartemen—untuk memulai kebun mini dari lahan sempit.

Berikut panduan lengkap bagi pemula yang ingin mulai menanam sendiri di rumah.

1. Pilih Lokasi yang Tepat untuk Kebun Rumah

Sinar Matahari: Tanaman butuh sinar matahari langsung minimal 6–8 jam per hari. Pilih lokasi yang terbuka seperti teras, balkon, atau dekat jendela.

Sumber Air: Pastikan lokasi dekat dengan air agar penyiraman mudah. Gunakan semprotan manual atau sistem irigasi tetes untuk efisiensi.

Kualitas Tanah: Gunakan tanah gembur kaya nutrisi. Campur dengan kompos, humus, atau pupuk kandang untuk hasil terbaik.

2. Tentukan Jenis Tanaman yang Cocok

Tanaman cepat panen: Bayam, kangkung, selada, dan tomat ceri adalah pilihan ideal untuk pemula.

Tanaman sesuai iklim: Sesuaikan dengan suhu dan kelembapan lokal.

Tanaman tahunan: Tanam daun bawang, kemangi, mint, atau cabai rawit yang bisa dipanen berkali-kali.

3. Siapkan Media Tanam yang Subur

Gunakan kombinasi tanah taman, sekam bakar, dan kompos organik.

Tambahkan pupuk cair alami seperti mol (fermentasi buah) untuk mempercepat pertumbuhan tanaman.

Pastikan pot memiliki lubang drainase agar akar tidak membusuk.

4. Rawat Tanaman Secara Rutin

Penyiraman: Lakukan pagi atau sore, hindari siang terik agar tanaman tidak stres.

Pengendalian Hama: Gunakan bahan alami seperti larutan bawang putih, daun mimba, atau air cabai untuk pestisida organik.

Pemangkasan dan pemupukan: Pangkas daun kering dan berikan pupuk tambahan secara berkala.

5. Panen dan Konsumsi Hasil Kebun

Panen tepat waktu: Sayuran seperti bayam dan selada sebaiknya dipetik saat daun masih muda untuk rasa terbaik.

Konsumsi langsung: Hasil panen bisa langsung dikonsumsi tanpa khawatir pestisida berlebih.

Simpan dengan benar: Simpan hasil panen dalam kulkas, atau olah menjadi makanan awetan seperti acar atau frozen veggies. (dew/cor)

Editor : Andi Chorniawan
#buah #sayur #tanaman #Lahan Sempit #panduan #pemula #urban farming