Jawa Pos Radar Madiun - Skateboard tak lagi dipandang sebagai aktivitas liar anak muda. Di Madiun, olahraga ekstrem ini justru berkembang menjadi simbol ekspresi, seni, dan gaya hidup yang melekat kuat di kalangan remaja.
Komunitas seperti Rolling Madiun terus menunjukkan eksistensinya, dari jalanan kota hingga arena skate seadanya.
Dulu sempat dipandang sebelah mata, kini skateboarding menjelma menjadi ajang aktualisasi diri.
Mulai dari trik ollie, kickflip, hingga grind, semua dilakukan dengan semangat dan konsistensi tinggi. Skate bukan cuma soal meluncur, tapi juga soal proses: jatuh, luka, bangkit lagi.
“Main skate tuh ngajarin banyak hal. Jatuh, bangkit lagi. Sama kayak hidup,” kata Rizal (17), salah satu skater lokal.
Dari Jalanan ke Fashion & Media Sosial
Skateboarding kini identik dengan gaya anak muda. Outfit longgar, celana cargo, sepatu skate ala Vans, topi beanie—semua jadi fashion statement tersendiri.
Bahkan, aktivitas skate kini merambah konten media sosial. Video slow-motion trik di TikTok, sinematik reels di Instagram, hingga vlog latihan bareng komunitas jadi hal yang lumrah.
Banyak remaja Madiun mulai menjadikan skate sebagai bentuk ekspresi visual. Ada yang menggabungkannya dengan musik alternatif, seni grafiti, bahkan mural DIY di papan skateboard mereka.
Infrastruktur Minim, Semangat Tetap Membara
Meski masih minim fasilitas, para skater Madiun tak kehabisan semangat. Lapangan kosong, trotoar lebar, bahkan halaman parkir dijadikan spot latihan.
Keberadaan skate park permanen memang masih jadi harapan, tapi keterbatasan ini tak menyurutkan langkah para skater muda.
Kota Madiun punya potensi besar untuk melahirkan atlet skateboard nasional. Asal didukung sarana, komunitas ini bisa menjadi daya tarik wisata olahraga dan kreativitas urban. (den)
Editor : Deni Kurniawan