Jawa Pos Radar Madiun - Bagaimana jika kehamilan yang selama ini dinanti justru datang dari makhluk gaib?
Itulah premis menyeramkan dalam film Pengantin Setan, sebuah film horor Indonesia yang tayang perdana di bioskop mulai 16 Januari 2025.
Terinspirasi dari kisah nyata yang sempat viral di TikTok dan podcast, film ini mengangkat fenomena supranatural: wanita dinikahi jin dan hamil secara gaib.
Disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis, film ini memadukan unsur horor mencekam dengan drama rumah tangga yang menyayat.
Pengantin Setan dibintangi Erika Carlina, Emir Mahira, Ruth Marini, Wavi Zihan, Ence Bagus, dan Alfie Alfandy.
Kisah bermula dari pasangan suami istri, Echa dan Ariel, yang telah menikah selama tiga tahun namun belum juga dikaruniai anak.
Suasana rumah tangga makin renggang, hingga suatu hari Echa tiba-tiba dinyatakan hamil. Alih-alih bahagia, Ariel justru curiga karena waktu kehamilan tak cocok dengan riwayat hubungan mereka.
Penasaran, Echa bersama sahabatnya, Linda, memeriksakan diri ke dokter dan akhirnya berkonsultasi ke seorang ustaz.
Fakta mengejutkan pun terungkap: Echa hamil bukan dari Ariel, melainkan dari makhluk halus bernama Dasim yang mengklaim telah menikahinya di alam gaib.
Teror pun dimulai. Jin Dasim tidak hanya mengancam nyawa Echa, tetapi juga mencoba merusak rumah tangganya dengan Ariel. Akankah mereka bisa melepaskan diri dari cengkeraman jin dan menyelamatkan pernikahan mereka?
Diangkat dari kisah nyata, cerita viral tentang wanita dinikahi jin dan hamil secara gaib jadi inspirasi utama.
Genre horor dan drama keluarga. Tak hanya horor, film ini menyelipkan konflik rumah tangga yang dalam.
Erika Carlina berani tampil total. Aktris ini memainkan peran Echa dengan intensitas tinggi, termasuk adegan menantang dengan makhluk gaib.
Disutradarai Azhar Kinoi Lubis. Sutradara spesialis horor yang sebelumnya sukses lewat Di Ambang Kematian.
Tayang di bioskop sejak 16 Januari 2025. Mengangkat isu rumah tangga dan gangguan gaib.
Mengajak penonton merenungkan betapa rapuhnya hubungan tanpa fondasi spiritual yang kuat. (den)
Editor : Deni Kurniawan