Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Panduan Lengkap Merawat Bonsai: Penyiraman, Penjemuran, Pemupukan, Pemangkasan, hingga Atasi Hama

Dewanti Septianingrum • Minggu, 3 Agustus 2025 | 21:37 WIB

 

Ilustrasi perawatan bonsai.
Ilustrasi perawatan bonsai.

Jawa Pos Radar Madiun – Bonsai bukan sekadar tanaman hias tapi seni hidup yang memerlukan ketelatenan dan perhatian penuh dari pemiliknya.

Keindahan dan keseimbangan yang ditampilkan bonsai bisa rusak jika perawatan hariannya diabaikan.

Mulai dari penyiraman, penjemuran, hingga pemangkasan dan pengendalian hama, semua punya aturan tersendiri yang tak bisa sembarangan.

Berikut ini panduan lengkap cara merawat bonsai agar tetap indah, sehat, dan bertahan lama.

1. Cara Menyiram Bonsai dengan Benar

Penyiraman merupakan kunci utama kesehatan bonsai. Siram bonsai hanya saat media tanam sudah mulai kering—bukan setiap hari tanpa cek kondisi tanah.

Jika tanah masih basah, penyiraman justru bisa menyebabkan akar membusuk.

Tips waktu penyiraman terbaik:

Pagi atau sore hari, saat suhu udara tidak terlalu tinggi

Sesekali rendam pot selama beberapa menit agar air meresap ke seluruh akar

2. Panduan Menjemur Bonsai yang Tepat

Bonsai membutuhkan cahaya matahari untuk fotosintesis, tapi tidak boleh berlebihan.

Terlalu lama terpapar sinar langsung bisa membuat daun kering atau batang terbakar.

Tips penjemuran:

Jemur di pagi hari selama 1–2 jam

Letakkan bonsai indoor di dekat jendela yang terang namun tidak terpapar langsung

Hindari sinar terik tengah hari

3. Waktu dan Cara Memberi Pupuk pada Bonsai

Bonsai tetap membutuhkan asupan nutrisi tambahan dari pupuk.

Pilih pupuk dengan kandungan nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) sesuai fase pertumbuhannya.

Panduan pemupukan:

Pupuk organik cair atau butiran slow release bisa digunakan

Berikan setiap 3–4 minggu sekali

Jangan terlalu banyak agar akar tidak ‘terbakar’

4. Teknik Pemangkasan Bonsai yang Ideal

Pemangkasan rutin menjaga estetika dan proporsi bonsai.

Gunakan gunting khusus bonsai yang tajam dan steril agar tidak menimbulkan luka atau infeksi.

Tips pemangkasan:

Pangkas cabang atau daun yang tumbuh liar

Lakukan saat bonsai memasuki fase tumbuh aktif

Sesuaikan dengan gaya bonsai yang diinginkan (formal upright, slanting, cascade, dll.)

5. Kapan Harus Mengganti Pot Bonsai

Pot bonsai tak hanya soal tampilan, tapi juga tempat akar tumbuh dan bernapas.

Jika akar terlalu penuh atau tanah mulai keras dan tak menyerap air, sudah saatnya mengganti pot. 

Waktu terbaik ganti pot:

Setiap 1–2 tahun untuk bonsai muda

Setiap 3–5 tahun untuk bonsai tua

Ganti juga media tanamnya (campuran tanah liat, pasir halus, dan humus)

6. Tips Mengatasi Hama pada Bonsai

Bonsai rentan terserang kutu daun, kutu putih, tungau, dan ulat.

Periksa daun dan batang secara berkala, terutama bagian bawah daun yang sering menjadi tempat sembunyi hama.

Cara pengendalian hama alami:

Gunakan sabun insektisida atau air tembakau

Semprot dengan air sabun ringan, lalu bilas bersih

Jika parah, gunakan insektisida organik atau kimia sesuai dosis. (dew/cor)

 

Editor : Andi Chorniawan
#Pemupukan #pemangkasan #hama #penyiraman #Bonsai #merawat