Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Cara Membuat Bonsai Cascade Gaya Air Terjun yang Indah: Dari Teknik Pembentukan Batang, Cabang, dan Perawatan

Dewanti Septianingrum • Minggu, 10 Agustus 2025 | 21:44 WIB
Ilustrasi bonsai cascade gaya air terjun.
Ilustrasi bonsai cascade gaya air terjun.

Jawa Pos Radar Madiun - Bonsai gaya air terjun atau cascade (kengai) adalah salah satu gaya paling dramatis dan memukau dalam seni bonsai.

Gaya ini menggambarkan kekuatan alam yang mendorong pohon tumbuh ke bawah dari tebing atau tepi batu.

Dengan teknik pembentukan dan perawatan yang tepat, Anda bisa menciptakan bonsai cascade yang artistik dan penuh makna.

1. Pilih Jenis Pohon yang Cocok untuk Gaya Cascade

Tidak semua pohon cocok dijadikan bonsai cascade. Pilihlah jenis yang lentur, mudah dibentuk, dan tahan terhadap pemangkasan:

Juniper (Juniperus): Lentur dan tahan cuaca, sangat populer untuk gaya cascade.

Cemara: Bentuk daunnya mendukung kesan elegan dan menggantung. 

Bougenville atau Anting Putri: Mudah tumbuh dan cocok untuk gaya dramatis.

Pohon Buah Mini: Seperti jeruk atau delima kecil, bisa memberikan tambahan estetika dari buahnya.

2. Teknik Pembentukan Batang Bonsai Gaya Air Terjun

Gunakan Kawat Bonsai

Lilit batang utama dengan kawat bonsai aluminium atau tembaga yang kuat. Arahkan batang melengkung turun ke bawah seperti air mengalir dari tebing.

Bungkus Batang dengan Rafia

Sebelum dililit kawat, bungkus batang dengan rafia basah untuk mencegah luka dan menjaga kelembapan selama proses pembengkokan.

Gunakan Pot yang Tinggi

Pot cascade biasanya lebih tinggi dan sempit, memungkinkan batang menjuntai bebas ke bawah tanpa menyentuh meja.

3. Bentuk Cabang Menyesuaikan Gaya Menurun

Cabang pada bonsai cascade harus memperkuat kesan “jatuh” atau aliran air:

Pilih beberapa cabang primer untuk diarahkan ke bawah mengikuti batang utama.

Pangkas daun dan tunas yang tumbuh ke atas atau keluar dari alur cascade.

Jaga proporsi ukuran daun dan panjang cabang agar tetap alami dan miniatur.

Gunakan gunting tajam dan bersih untuk menghindari luka terbuka pada pohon.

5. Perawatan Rutin Agar Bonsai Tetap Sehat dan Estetik

Penyiraman

Karena posisi batang dan cabang yang menurun, perhatikan penyiraman agar air meresap sempurna ke seluruh akar.

Pencahayaan

Tempatkan di area yang mendapat sinar matahari pagi atau cahaya tidak langsung untuk mencegah daun terbakar.

Pemupukan

Gunakan pupuk khusus bonsai secara teratur (2–4 minggu sekali) untuk menunjang pertumbuhan akar dan batang.

Ganti Media Tanam

Lakukan penggantian media tanam setiap 2–3 tahun untuk menyegarkan unsur hara dan mencegah akar membusuk. (cor)

 

Editor : Andi Chorniawan
#air terjun #perawatan #Cascade #Bonsai #Pembentukan