Jawa Pos Radar Madiun – Di masyarakat, masih banyak yang percaya bahwa sandal terbalik bisa menghambat keberuntungan atau mendatangkan kesialan.
Kepercayaan ini sudah beredar turun-temurun, meski tidak memiliki dasar ilmiah. Faktanya, mitos tersebut lebih bersifat simbolik dan tradisional.
Sementara dalam Islam, sandal terbalik tidak dikaitkan dengan nasib, tetapi ada etika berpakaian yang menekankan pentingnya mengenakan alas kaki dengan benar.
Asal Usul dan Makna Mitos Sandal Terbalik
1. Ketidakberaturan sebagai Simbol Sial
Kepercayaan ini muncul dari anggapan bahwa segala sesuatu yang tidak pada tempatnya dianggap membawa tanda buruk.
Sandal yang terbalik dipandang sebagai simbol ketidakteraturan, sehingga dihubungkan dengan nasib sial.
2. Tafsir Mimpi
Dalam beberapa tafsir mimpi, sandal terbalik atau tertukar sering diartikan sebagai pertanda perubahan hidup, ketidaknyamanan, atau kehilangan arah. Meski begitu, tafsir ini bersifat subjektif dan tidak bisa dijadikan patokan pasti.
Pandangan Islam tentang Sandal Terbalik
1. Menyerupai Gaya Setan
Beberapa ulama menekankan bahwa memakai sandal hanya sebelah atau dalam keadaan terbalik dianggap menyerupai perbuatan setan.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbaiki sandal sebelum digunakan.
2. Sikap Sombong dalam Berjalan
Pada masa Nabi Muhammad SAW, ada anjuran agar tidak berjalan dengan gaya berlebihan atau menggunakan alas kaki untuk kesombongan.
Pesan ini lebih menekankan adab dan etika, bukan soal keberuntungan.
3. Fakta dan Kesimpulan
Mitos sandal terbalik menghambat keberuntungan hanyalah kepercayaan populer tanpa dasar sains.
Dalam budaya tertentu, sandal terbalik memang dianggap pertanda buruk, tetapi lebih ke simbol ketidakberaturan.
Sementara dalam Islam, ajaran terkait sandal lebih menekankan pada adab berpakaian, kerapian, serta menghindari kesombongan, bukan soal sial atau keberuntungan. (cor)
Editor : Andi Chorniawan