Jawa Pos Radar Madiun – Tangisan bayi di malam hari sering dikaitkan dengan mitos melihat makhluk halus.
Namun, penjelasan medis menunjukkan bahwa tangisan bayi justru bagian dari proses komunikasi dan perkembangan normal, terutama pada bulan-bulan awal kehidupan.
Fakta Medis di Balik Bayi Menangis di Malam Hari
1. Kebutuhan Dasar
Bayi menangis untuk memberi sinyal kepada orang tua. Lapar, popok basah, suhu tubuh tidak nyaman, atau posisi tidur yang salah kerap menjadi pemicu utamanya.
2. Kelelahan dan Stimulasi Berlebih
Stimulasi terlalu banyak sepanjang hari dapat membuat bayi stres. Tangisan malam hari sering muncul sebagai bentuk pelepasan ketegangan.
3. Fase Purple Crying
Purple crying adalah periode normal saat bayi menangis terus-menerus tanpa sebab medis jelas.
Biasanya terjadi pada usia 2 minggu hingga 3–4 bulan. Kondisi ini bukan penyakit, melainkan fase perkembangan yang akan mereda seiring waktu.
4. Penyebab Medis Lain
Selain faktor umum, tangisan bisa disebabkan oleh gangguan medis seperti infeksi ringan, masalah pencernaan, hingga alergi.
Cara Efektif Mengatasi Tangisan Bayi di Malam Hari
Periksa kebutuhan dasar: Pastikan bayi kenyang, popok bersih, dan suhu ruangan nyaman.
Berikan kenyamanan: Gendong, peluk, atau susui untuk menumbuhkan rasa aman.
Ciptakan suasana tenang: Gunakan cahaya redup, suara white noise, atau kamar yang hening.
Pijatan lembut: Sentuhan ringan membantu bayi lebih rileks.
Konsultasi dokter: Jika tangisan tidak kunjung reda, sebaiknya dilakukan pemeriksaan medis.
Tangisan malam hari bukan pertanda mistis, melainkan bagian dari komunikasi alami bayi.
Dengan memahami faktor medis dan non-medis, orang tua bisa lebih bijak menenangkan si kecil. (cor)
Editor : Andi Chorniawan