Jawa Pos Radar Madiun – Banyak pasangan percaya bahwa cincin kawin yang terjatuh bisa membawa pertengkaran atau bahkan perpisahan.
Kepercayaan ini sudah lama beredar di masyarakat dan kerap dikaitkan dengan pertanda buruk dalam hubungan rumah tangga.
Padahal, secara faktual, jatuhnya cincin tidak ada hubungannya dengan keharmonisan pernikahan.
Fakta di Balik Mitos Cincin Kawin Jatuh
1. Hanya Mitos Tanpa Dasar Ilmiah
Rumah tangga tidak ditentukan oleh benda fisik seperti cincin kawin. Keharmonisan lebih dipengaruhi oleh komitmen, komunikasi, dan usaha bersama dalam menjaga hubungan.
2. Alasan Praktis Cincin Jatuh
Ukuran jari bisa berubah karena faktor berat badan, suhu tubuh, atau aktivitas fisik. Cincin juga bisa terlepas karena longgar atau terkena gesekan. Semua itu alasan teknis, bukan pertanda buruk.
3. Makna Berbeda di Budaya Lain
Di beberapa tradisi, cincin yang jatuh justru dipercaya sebagai pertanda keberuntungan atau energi positif.
Namun, sama seperti mitos lain, ini hanya kepercayaan populer tanpa bukti ilmiah.
Pentingnya Merawat Hubungan Pernikahan
Daripada terjebak dalam mitos, pasangan lebih baik berfokus menjaga hubungan melalui:
Komunikasi Terbuka → Saling mendengarkan dan memahami kebutuhan masing-masing.
Saling Melengkapi → Menghargai perbedaan dan mendukung pasangan.
Komitmen Sejati → Menjadikan cincin kawin sebagai simbol kesetiaan, bukan sekadar benda.
Kesimpulannya, mitos cincin kawin jatuh sebagai pertanda pertengkaran hanyalah kepercayaan turun-temurun.
Yang sesungguhnya menentukan keharmonisan rumah tangga adalah cinta, komunikasi, dan komitmen, bukan benda fisik. (cor)
Editor : Andi Chorniawan