Jawa Pos Radar Madiun – Mobil listrik Tesla Model 3 dikenal sebagai salah satu kendaraan listrik premium yang mengusung teknologi canggih, desain futuristik, dan performa impresif.
Saat pertama kali dijual di Indonesia, mobil ini dibanderol dengan harga fantastis, yakni mulai dari Rp 1,5 miliar.
Namun siapa sangka, kini beberapa unit Tesla Model 3 bekas dijual dengan harga hanya Rp 550 jutaan, bahkan masih dalam masa garansi resmi.
Baca Juga: Padahal Baru Diluncurkan, Atto 1 Langsung Bawa BYD Jadi Penguasa Pasar Mobil Listrik di Indonesia
Temuan ini berasal dari salah satu pasar mobil bekas daring populer, Facebook Marketplace.
Di sana, beredar setidaknya tiga unit Tesla Model 3 varian Standard Range Plus dengan tahun produksi berbeda yang dipasarkan di rentang harga Rp 550 juta hingga Rp 595 juta.
Penurunan harga yang sangat tajam ini tentu mengundang pertanyaan: mengapa mobil listrik sekelas Tesla bisa turun harga sebegitu drastis?
Baca Juga: Keren! Dahlan Iskan ke Madiun Naik Mobil Listrik Tesla S 90D
Salah satu unit yang dijual adalah Tesla Model 3 Standard Plus tahun 2020. Mobil ini telah menempuh jarak 21.000 mil dan masih memiliki garansi hingga tahun 2028.
Mobil lain keluaran 2021 juga tersedia dengan harga Rp 595 juta, telah menempuh 68.000 km dan masa garansi hingga 2029.
Bahkan ada pula unit tahun 2019 dengan jarak tempuh hanya 15.000 km dijual di angka Rp 550 juta, dengan garansi baterai hingga 2027.
Secara spesifikasi, mobil-mobil ini masih sangat layak. Tesla Model 3 Standard Range Plus dibekali baterai 54 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 448 km menurut standar WLTP.
Motor listriknya menghasilkan tenaga 284 hp dan mampu melesat dari 0–100 km/jam dalam waktu hanya 5,6 detik.
Fitur canggih lainnya seperti autopilot, sistem infotainment terintegrasi, dan pengisian daya cepat DC tentu tetap melekat pada unit bekas tersebut.
Namun, meskipun terlihat menarik dari sisi harga dan performa, harga jual kembali mobil listrik seperti Tesla ternyata masih menjadi tantangan tersendiri di Indonesia.
Belum matangnya ekosistem kendaraan listrik, minimnya jaringan bengkel independen untuk EV, serta biaya penggantian baterai yang masih tinggi membuat banyak konsumen berpikir ulang saat membeli EV bekas.
Selain itu, teknologi EV yang berkembang sangat cepat juga menyebabkan model lama cepat tergeser, membuat depresiasi nilainya lebih tinggi dibanding mobil konvensional.
Meski begitu, fenomena ini bisa menjadi peluang bagi konsumen yang ingin beralih ke mobil listrik premium dengan harga lebih terjangkau.
Dengan garansi baterai yang masih panjang dan kondisi mobil relatif baru, Tesla Model 3 bekas bisa menjadi alternatif menarik dibandingkan mobil baru di kelas harga serupa. (gar)
Editor : Tegar Rukmana