Jawa Pos Radar Madiun – Bau kencing kucing sering jadi masalah utama bagi pemilik hewan peliharaan.
Selain menyengat, aroma urine yang dibiarkan terlalu lama justru makin pekat dan bisa memicu kucing buang air di tempat yang sama lagi.
Semakin lama urine kucing tidak dibersihkan, semakin sulit pula aromanya hilang. Oleh karena itu, penanganan cepat adalah kunci.
Berikut 7 cara menghilangkan bau pipis kucing agar rumah tetap segar, seperti dirangkum dari The Vets dan Hills Pet.
1. Segera Bersihkan Area yang Terkena Urine
Gunakan kain atau tisu tebal untuk menyerap pipis kucing sebanyak mungkin.
Hindari menggosok terlalu keras agar urine tidak meresap lebih dalam ke serat kain, karpet, atau sofa.
2. Bilas dengan Air Dingin
Hindari air panas atau steam cleaner karena justru membuat bau menempel permanen.
Bilas dengan air dingin, serap kembali dengan kain bersih, lalu keringkan.
3. Gunakan Enzyme Cleaner
Produk pembersih enzim mampu memecah kandungan kimia urine, sehingga bau benar-benar hilang hingga ke lapisan dalam.
Ingat, jangan mencampurnya dengan deterjen biasa karena bisa menonaktifkan enzim.
4. Campuran Cuka dan Baking Soda
Alternatif alami jika tak ada enzyme cleaner. Semprotkan campuran cuka putih dan air (1:1), diamkan beberapa menit, lalu serap dengan kain.
Setelah kering, taburkan baking soda dan biarkan beberapa jam sebelum divakum.
5. Bersihkan Permukaan Kayu dengan Hati-Hati
Jika terkena lantai kayu atau furnitur, lap dengan spons lembap dan air bersih.
Untuk noda mengering, gunakan enzyme cleaner lalu pastikan area benar-benar kering agar bau tidak muncul lagi.
6. Cuci Pakaian atau Kain yang Terkena Urine
Bilas dengan air dingin lalu cuci menggunakan deterjen ditambah baking soda atau sedikit cuka.
Hindari pengering panas karena bisa mengunci bau. Jika masih tersisa, ulangi pencucian dengan enzyme cleaner.
7. Jaga Kebersihan Litter Box
Litter box yang kotor bisa memicu kucing buang air sembarangan.
Bersihkan minimal sekali sehari. Jika perilaku tetap berulang, periksa kondisi kesehatan kucing karena bisa jadi tanda infeksi saluran kemih atau stres. (cor)
Editor : Andi Chorniawan