Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Orang Tua Jangan Panik, Ini Penyebab Anak Suka Membuat Onar dan Tips Mengatasinya

Dewanti Septianingrum • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 18:10 WIB

 

Ilustrasi orang tua menghadapi anak yang suka berbuat onar.
Ilustrasi orang tua menghadapi anak yang suka berbuat onar.

Jawa Pos Radar Madiun – Anak suka berbuat onar adalah hal yang wajar dalam proses tumbuh kembang, namun tetap perlu diarahkan agar tidak berkembang menjadi kebiasaan buruk.

Perilaku ini bisa dipicu oleh kebutuhan perhatian, kesulitan komunikasi, hingga pengaruh lingkungan sekitar.

Dengan pola asuh yang tepat, orang tua dapat membantu anak belajar mengendalikan emosi dan berperilaku lebih positif.

Penyebab Anak Suka Berbuat Onar

1. Mencari Perhatian

Anak yang merasa kurang diperhatikan sering mencari cara agar dilihat orang tua, termasuk dengan membuat keributan.

2. Meniru Perilaku Lingkungan

Anak adalah peniru ulung. Melihat perilaku negatif dari teman sebaya atau orang dewasa dapat membuatnya mencontoh hal yang sama.

3. Frustrasi karena Sulit Berkomunikasi

Keterbatasan kosakata membuat anak sulit mengekspresikan keinginan, sehingga melampiaskannya lewat perilaku onar.

4. Merasa Tidak Berdaya

Ketika merasa tak punya kendali, anak berbuat onar sebagai bentuk protes atau usaha menguasai keadaan.

5. Masalah Kontrol Emosi

Anak prasekolah sering kesulitan mengendalikan emosi, mudah marah, atau agresif karena belum paham konsep berbagi.

6. Fase Perkembangan Normal

Pada fase tertentu, misalnya “terrible two”, sikap suka memberontak merupakan bagian alami dari perkembangan anak.

Cara Mengatasi Perilaku Onar pada Anak

1. Menjadi Teladan Positif

Orang tua harus menunjukkan sikap baik, karena anak belajar paling cepat melalui contoh nyata.

2. Ajarkan Empati dan Disiplin

Ajak anak memahami perasaan orang lain. Terapkan aturan jelas, tanpa hukuman fisik, agar anak belajar tanggung jawab.

3. Luangkan Waktu Berkualitas

Berikan perhatian cukup agar anak merasa dihargai dan tidak perlu mencari perhatian lewat perilaku negatif.

4. Dorong Komunikasi Terbuka

Bantu anak mengungkapkan perasaan dengan kata-kata sederhana agar frustrasi tidak berubah menjadi tindakan onar.

5. Cari Penyebab Utama

Amati pola perilaku anak dan kenali pemicunya, apakah karena lelah, lapar, atau masalah lain.

6. Konsultasi dengan Psikolog

Jika perilaku anak makin mengkhawatirkan, mintalah bantuan profesional untuk mendapatkan strategi pengasuhan yang tepat. (cor)

Editor : Andi Chorniawan
#Cara Mengatasi #onar #anak #penyebab #orang tua