Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Belajar Slow Living dari Carl Honore, Sabrina Ara, hingga Komunitas Desa yang Menemukan Bahagia dalam Sederhana

Dewanti Septianingrum • Minggu, 31 Agustus 2025 | 03:26 WIB
Kisah inspiratif slow living Carl Honore.
Kisah inspiratif slow living Carl Honore.

Jawa Pos Radar Madiun – Di tengah hiruk pikuk dunia modern yang serba cepat, kisah-kisah inspiratif tentang slow living hadir sebagai pengingat.

Bahwasanya hidup bisa dijalani dengan lebih tenang, penuh kesadaran, dan bermakna.

Dari tokoh internasional hingga kehidupan sederhana di desa, setiap cerita menunjukkan bahwa melambat bukan berarti kehilangan ambisi, melainkan menemukan keseimbangan sejati.

Carl Honore: Bapak Baptis Slow Living

Huffington Post menjuluki Carl Honore sebagai “bapak baptis slow living.”

Ia menekankan bahwa memperlambat ritme hidup bukanlah kemunduran, melainkan cara untuk membangun koneksi lebih bermakna dengan orang lain, budaya, pekerjaan, alam, dan diri sendiri.

Gagasannya mengubah paradigma banyak orang tentang pentingnya hadir penuh dalam setiap momen kecil.

Sabrina Ara: Ambisi dan Slow Living Bisa Sejalan

Sabrina Ara, seorang penulis sekaligus presenter, menunjukkan bahwa slow living tidak identik dengan berhenti mengejar prestasi.

Meski berkarier di bidang IT dengan segudang pencapaian, ia tetap mengutamakan keseimbangan hidup.

Bagi Sabrina, slow living justru memberi ruang untuk lebih fokus, menjaga energi, sekaligus menikmati proses.

Adriana Tudorache: Inspirasi dari Pedesaan

Melalui kanal YouTube-nya, Adriana Tudorache membagikan kehidupan sederhana di pedesaan sebagai bentuk praktik slow living.

Aktivitas kecil seperti membaca buku di teras rumah atau menikmati udara segar menjadi simbol bahwa kebahagiaan bisa ditemukan dalam kesederhanaan.

Gaya hidupnya menjadi inspirasi global untuk berhenti terburu-buru.

Peternak Kambing Etawa: Harmoni dengan Alam

Kisah seorang peternak kambing Etawa juga menggambarkan slow living dalam versi lokal.

Ia membangun peternakan kecil berkelanjutan, lebih menekankan kualitas ketimbang kuantitas.

Prinsipnya sederhana: hidup selaras dengan alam, menjaga keberlanjutan lingkungan, dan menemukan kepuasan dari usaha yang dilakukan dengan sepenuh hati.

Masyarakat Desa Jonggol: Esensi Hidup Sederhana

Melalui pengalaman Mita Oktavia, kehidupan masyarakat desa Jonggol memperlihatkan esensi slow living.

Dari bercengkerama dengan tetangga, menikmati hasil panen, hingga berkumpul bersama keluarga, semua dijalani tanpa tergesa-gesa.

Keseimbangan dengan alam dan komunitas menjadi kunci kebahagiaan yang tulus. (cor)

 

Editor : Andi Chorniawan
#sabrina ara #keseimbangan #Slow Living #Carl Honore #inspiratif