Jawa Pos Radar Madiun – Pilates kian populer sebagai olahraga yang menekankan kelenturan dan kesehatan sendi.
Menurut dosen Prodi Ilmu Keolahragaan Universitas PGRI Madiun (Unipma) Agung Dwi Darmawan, pilates mendekati yoga dan stretching, namun lebih terkontrol karena dibantu peralatan.
“Alat-alat pilates itu sangat bagus karena bisa mengontrol gerakan dengan tepat. Olahraga ini dasar dan paling dibutuhkan oleh semua orang,” jelas Agung, Minggu (10/8).
Agung menyebut, pilates melatih atribut fisik paling dasar seperti kekuatan, kecepatan, daya tahan, hingga kelincahan.
Lebih jauh, pilates meningkatkan range of motion (ROM) atau ruang gerak sendi.
Jika ROM terjaga, tubuh lebih mudah bergerak dengan tenaga minim.
Selain itu, pilates juga mendukung mobility, yaitu kemampuan dasar sendi untuk bergerak bebas.
“Kalau ROM bagus, hasil jangka panjangnya kelenturan. Dan kelenturan itu akan dibawa sampai mati,” katanya.
Meski menggunakan alat, pilates tergolong aman karena setiap gerakan dilakukan perlahan dengan pendampingan trainer.
Pemula bisa memulai dari gerakan sederhana, seperti peregangan tubuh atau membungkuk menyentuh lutut.
“Konsepnya sebenarnya peregangan, hanya dibungkus jadi fenomena baru dengan alat. Tapi kalau mau murah, cukup stretching 10 menit setiap hari,” tambahnya.
Agung menegaskan, fondasi tubuh sehat ada pada kebiasaan pemanasan.
Namun, banyak masyarakat belum terbiasa melakukannya dengan benar.
Padahal, kebiasaan sederhana itu bisa menjaga kelenturan tubuh hingga usia lanjut. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto