Jawa Pos Radar Madiun - Rice cooker sudah jadi alat wajib di dapur banyak keluarga Indonesia. Praktis, cukup sekali tekan tombol, nasi matang sempurna.
Namun, tanpa disadari, kebiasaan kecil saat memakai rice cooker bisa bikin konsumsi listrik jadi boros.
1. Membiarkan Mode “Warm” Menyala Terlalu Lama
Kebiasaan membiarkan nasi berjam-jam di mode “warm” membuat rice cooker terus menarik daya listrik. Idealnya, nasi cukup dihangatkan 1–2 jam saja. Setelah itu sebaiknya dipindahkan ke wadah tertutup.
2. Menggunakan Rice Cooker untuk Memasak Lauk
Banyak orang memanfaatkan rice cooker untuk merebus atau mengukus lauk. Padahal, fungsi utamanya hanya untuk menanak nasi. Pemakaian berlebih ini membuat konsumsi listrik meningkat dan umur rice cooker jadi lebih singkat.
3. Membuka Tutup Terlalu Sering
Setiap kali tutup rice cooker dibuka, suhu di dalam turun drastis. Akibatnya, perangkat harus menarik listrik tambahan untuk menstabilkan panas.
4. Menggunakan Stopkontak Bertumpuk
Rice cooker yang dipasang di stopkontak bertumpuk atau terminal listrik bersama alat lain bisa membuat daya tersedot lebih besar. Selain boros, kebiasaan ini juga berisiko korsleting.
5. Tidak Membersihkan dengan Benar
Sisa nasi yang menempel di panci bagian dalam bisa menghambat distribusi panas. Akibatnya, rice cooker bekerja lebih keras dan listrik pun lebih banyak terpakai.
Hemat Listrik, Rice Cooker Lebih Awet
Menghindari lima kesalahan kecil ini bisa membantu menghemat listrik di rumah. Selain itu, rice cooker juga lebih awet dan nasi tetap enak disantap. Jadi, jangan anggap remeh kebiasaan sepele saat menanak nasi. (naz)
Editor : Mizan Ahsani