Jawa Pos Radar Madiun - Mengatur anggaran pernikahan adalah kunci agar biaya tidak membengkak dan tetap sesuai kemampuan.
Dengan strategi yang tepat, mulai dari menentukan prioritas, mencari vendor terjangkau, hingga memanfaatkan undangan digital.
Pesta pernikahan impian bisa tetap mewarh tanpa membuat tabungan di rekening habis.
1. Tentukan Prioritas dan Buat Anggaran Realistis
Langkah pertama adalah berdiskusi dengan pasangan untuk menentukan dana yang benar-benar sanggup dikeluarkan.
Supaya biaya tidak membengkak, lakukan efisiensi di beberapa aspek.
Vendor hemat dan diskon: Cari promo, paket pernikahan murah, atau vendor lokal dengan harga bersaing.
Gunakan WO hemat: Wedding organizer berpengalaman sering punya koneksi vendor terjangkau.
Libatkan keluarga dan teman: Minta bantuan sahabat yang bisa jadi fotografer, penyanyi, atau pembuat kue.
3. Perhatikan Detail Pengeluaran Pernikahan
Pengeluaran kecil sering kali jadi penyebab overbudget. Karena itu, detail perlu dikontrol sejak awal.
Undangan digital: Lebih murah, praktis, dan ramah lingkungan.
Menu katering hemat: Pilih paket sederhana tapi tetap enak.
Souvenir kreatif: Gelas mika, totebag, atau produk DIY bisa jadi alternatif hemat.
Tanggal pernikahan hemat: Hari kerja atau tanggal yang kurang populer biasanya lebih murah.
4. Catat Semua Pengeluaran dan Siapkan Dana Cadangan
Pengelolaan keuangan yang rapi membuat biaya lebih terkendali.
Catat detail anggaran: Buat daftar semua pengeluaran dari awal persiapan hingga hari H.
Dana cadangan: Sisihkan 5–10% dari total anggaran untuk kebutuhan darurat atau pasca-pernikahan. (cor)
Editor : Andi Chorniawan