Jawa Pos Radar Madiun - Banyak wanita sering bingung membedakan antara gejala sindrom pramenstruasi (PMS) dengan tanda awal kehamilan.
Hal ini wajar karena keduanya memang memiliki gejala yang mirip, seperti kram perut, perubahan suasana hati, hingga nyeri payudara.
Namun, ada beberapa perbedaan penting yang bisa diperhatikan agar tidak salah mengartikan kondisi tubuh.
1. Perbedaan Gejala Utama PMS dan Awal Kehamilan
PMS
Gejalanya meliputi kram perut, nyeri payudara, mood swing, dan perut kembung. Umumnya muncul 3–7 hari sebelum haid, lalu mereda setelah menstruasi dimulai.
Awal Kehamilan
Ditandai dengan telat haid, kelelahan ekstrem, nyeri payudara lebih intens, hingga mual atau morning sickness. Gejala ini berlangsung lebih lama dibanding PMS.
2. Perbedaan Tanda Spesifik PMS vs Awal Kehamilan
Nyeri Payudara
PMS : hanya berlangsung singkat (1–2 hari), berkurang setelah haid datang.
Kehamilan : terasa lebih intens, sensitif, dan bisa menetap hingga berminggu-minggu.
Flek Darah
PMS : Ditandai flek cokelat muncul beberapa hari sebelum haid, lalu dilanjutkan dengan menstruasi.
Kehamilan : Ditandai dengan pendarahan implantasi, biasanya 1–3 hari, warnanya merah muda atau kecokelatan, dan tidak diikuti menstruasi.
Kram Perut
PMS : Umumnya muncul menjelang haid dan mereda setelah menstruasi dimulai.
Kehamilan : Bisa muncul lebih lama, karena rahim mulai beradaptasi dengan kehamilan.
Mual dan Muntah
PMS : Paling hanya mual ringan atau perut kembung.
Kehamilan : Morning sickness yang khas, biasanya terjadi di pagi hari.
Kelelahan
PMS : Lelah ringan, biasanya bisa diatasi dengan istirahat.
Kehamilan : Lelah terasa berlebihan akibat lonjakan hormon progesteron.
Cara Memastikan Kehamilan
Tes kehamilan (test pack):
Gunakan 1 minggu setelah telat haid untuk hasil yang lebih akurat.
Konsultasi ke dokter kandungan:
Jika test pack positif atau masih ragu, lakukan USG atau pemeriksaan darah untuk memastikan kehamilan. (cor)
Editor : Andi Chorniawan