Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Fitur Ringkasan AI Google Bisa Sesat hingga Jadi Ladang Penipuan, Awas Rekening Terkuras

Mizan Ahsani • Kamis, 25 September 2025 | 17:16 WIB
Fitur AI Overviews atau Ringkasan AI dari Google digunakan untuk penipuan.
Fitur AI Overviews atau Ringkasan AI dari Google digunakan untuk penipuan.

Jawa Pos Radar Madiun - Google terus berusaha memperbarui layanannya dengan fitur-fitur baru.

Tahun ini, Google memperkenalkan AI Overviews atau Ringkasan AI. Tujuannya memudahkan pengguna dalam merangkum informasi.

Sehingga pengguna tidak perlu membuka situs yang menyajikan informasi, melainkan cukup membaca hasil ringkasan dari AI.

Sayangnya, fitur ini justru dimanfaatkan sebagai lahan penipuan. Sebab, AI meringkas tanpa mengetahui kredibilitas dan kebenaran informasinya.

Jaringan scammer memanfaatkan Ringkasan AI Google untuk mendorong korban menghubungi nomor layanan pelanggan palsu atau mengikuti instruksi menyesatkan hingga rekening terkuras.

Modus ini bekerja karena pelaku membanjiri forum/QA (Quora, forum bantuan, dan sebagainya) dengan tanya–jawab palsu sehingga informasi sesat terindeks dan terkadang diringkas oleh AI.

Cara Kerja Modus

1. Suntik info palsu di web dan forum. Akun-akun fiktif menanyakan “nomor CS maskapai/bank” lalu akun lain menjawab dengan nomor palsu.

2. Konten menyesatkan dioptimasi SEO agar muncul di top search dan berpotensi diringkas AI.

3. Ringkasan AI lantas ikut termakan. AI menampilkan nomor palsu yang tampak meyakinkan.

4. Saat korban menghubungi, pelaku meminta OTP, PIN, data kartu, mobile banking, atau mengarahkan instalasi aplikasi kendali jarak jauh.

Kualitas keluaran AI sangat bergantung pada kualitas sumber. Jika forum/QA didominasi info sesat, AI bisa ikut menyesatkan.

Baca Juga: Hasil Korea Open 2025 Hari Ini: Kejutan, Amri/Nita Pulangkan Ganda Campuran Jepang Unggulan 6

Tanda-Tanda Anda Dialihkan ke Nomor Palsu

1. Nomor bukan kanal resmi (bukan .co.id atau .com milik perusahaan, bukan verified).

2. Instruksi meminta data rahasia (PIN, OTP, CVV, password).

3. Diminta instal aplikasi yang memungkinkan screen sharing atau remote.

4. Nomor berubah-ubah, sering berganti nama kontak WhatsApp, atau tak ada jejak di situs resmi.

5. Selalu verifikasi di sumber resmi. Cek website maupun akun media sosial bercentang.

6. Untuk bank, lihat nomor call center di aplikasi mobile banking atau belakang kartu.

7. Jangan klik nomor dari hasil ringkasan atau iklan begitu saja. Salin lalu cocokkan di situs resmi.

8. Jangan berikan data sensitif (OTP, PIN, password, CVV) ke siapapun. Sebab, CS resmi tidak pernah memintanya.

 

Lalu bagaimana jika terlanjur menelpon nomor palsu?

Segera tutup telepon, ganti password, blokir kartu, aktifkan hold rekening bila perlu, dan hubungi CS resmi untuk langkah pengamanan. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#ai #google #fitur #Fraud #penipuan #rekening #AI Overviews #ringkasan