Jawa Pos Radar Madiun - Masa muda memang penuh semangat, tapi banyak anak muda terjebak gaya hidup konsumtif.
Kalau tidak hati-hati, umur 20-an bisa jadi masa penuh hutang, bukan masa menabung.
Berikut 5 kesalahan finansial yang wajib dihindari oleh anak-anak muda.
1. Mengutamakan Gaya Hidup
Istilah FOMO (Fear of Missing Out) jadi penyebab utama anak muda boros.
Demi terlihat update, banyak yang rela membeli barang bermerek, nongkrong di kafe hits, atau ikutan tren hanya untuk gengsi.
Bahkan tak sedikit yang berani berhutang demi gaya hidup.
2. Tidak Mencatat Pemasukan dan Pengeluaran
Kelihatannya sepele, tapi kebiasaan tidak mencatat arus keuangan bikin uang bocor tanpa sadar.
Alhasil, dana yang seharusnya untuk kebutuhan penting justru habis untuk hal yang tidak perlu. Efek jangka panjangnya, bisa terpaksa berhutang untuk kebutuhan pokok.
3. Mengabaikan Dana Darurat
Banyak anak muda merasa belum perlu dana darurat karena masih sehat dan produktif.
Padahal, dana darurat minimal 6–12 bulan pengeluaran wajib disiapkan untuk kondisi tak terduga, seperti PHK atau sakit. Tanpa ini, risiko keuangan akan semakin besar.
4. Tidak Punya Financial Goals
Banyak yang hanya hidup untuk kesenangan hari ini tanpa menyiapkan masa depan.
Padahal, tujuan finansial ibarat kompas hidup. Dengan target jelas, anak muda akan lebih disiplin menabung dan mengatur pengeluaran.
Misalnya, membeli rumah atau punya tabungan pensiun.
5. Menganggap Proteksi Tidak Penting
Karena merasa sehat, banyak yang menunda asuransi. Padahal proteksi seperti asuransi kesehatan justru penting sejak muda, agar biaya tak terduga tidak membebani diri sendiri maupun keluarga. (cor)
Editor : Andi Chorniawan