Jawa Pos Radar Madiun – Kemunculan Suzuki Fronx pertengahan tahun 2025 kian memeriahkan pasar otomotif di segmen SUV kompak.
Di segmen ini, sudah ada sejumlah mobil yang menarik minat masyarakat. Sebut saja Toyota Raize, Daihatsu Rocky, hingga Honda WR-V.
Nama mobil yang terakhir disebut cenderung diminati anak muda dan keluarga kecil, sama seperti Fronx.
Jika Anda masih bimbang akan membeli Fronx atau WR-V, simak lebih lanjut artikel komparasi berikut ini ini.
Desain dan Kesan Pertama
Honda WR-V tampil elegan dan modern dengan bahasa desain khas Honda yang sleek. Lampu depan LED menambah kesan premium, meski belum auto.
Sementara Suzuki Fronx mengusung gaya sporty dan maskulin. Grille besar, roof rail kokoh, serta bodi kekar membuatnya tampak seperti SUV sejati.
Lampu belakang LED yang memanjang memberi kesan futuristik, ditambah emblem “Hybrid” yang menegaskan karakter modernnya.
Dimensi
Dalam hal ukuran, WR-V unggul di ground clearance (220 mm), cocok untuk jalan bergelombang atau semi off-road.
Fronx sedikit lebih rendah di 170 mm, tetapi lebih lincah untuk kebutuhan urban driving. Berikut dimensi selengkapnya:
1. Honda WR-V
Panjang: 4.060 mm
Lebar: 1.780 mm
Tinggi: 1.608 mm
Wheelbase: 2.481 mm
Ground Clearance: 220 mm
2. Suzuki Fronx
Panjang: 3.995 mm
Lebar: 1.765 mm
Tinggi: 1.550 mm
Wheelbase: 2.520 mm
Ground Clearance: 170 mm
Interior dan Kenyamanan
Masuk ke kabin, WR-V mengandalkan nuansa hitam dengan aksen merah sporty. Namun, kabin terasa agak sempit dan minim cahaya.
Sayangnya, tidak ada AC double blower maupun setir teleskopik, fitur penting untuk kenyamanan keluarga.
Sementara Fronx tampil lebih lega dengan perpaduan warna coklat dan hitam yang memberi kesan mewah.
Dashboard-nya menyerupai Suzuki Vitara, lengkap dengan head unit 9 inci yang mendukung Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel.
Fronx juga unggul dengan AC otomatis dan blower belakang, fitur yang tidak dimiliki WR-V di kelas harga setara.
Fitur Keamanan
Honda WR-V RS Sensing mengandalkan teknologi Honda Sensing seperti Adaptive Cruise Control, Lane Keep Assist, dan Collision Mitigation Braking.
Namun, semua fitur ini hanya tersedia di varian tertinggi.
Sebaliknya, Suzuki Fronx unggul dalam hal value.
Mulai tipe menengah, sudah tersedia 6 airbags, serta sistem Suzuki Safety Support (ADAS) yang meliputi lane departure warning, forward collision warning, dan autonomous emergency braking.
Performa Mesin
Honda WR-V dibekali mesin 1.5L i-VTEC bertenaga 121 PS dan torsi 145 Nm. Pilihan transmisi 6-speed manual atau CVT membuatnya responsif di perkotaan maupun tol.
Suzuki Fronx punya dua pilihan mesin, Pertama 1.5L K15C Mild Hybrid (100 PS / 135 Nm) yang unggul efisiensi bahan bakar.
Kedua, mesin 1.5L K15B konvensional (104,7 PS / 138 Nm) yang diklaim lebih bertenaga.
Transmisi otomatis konvensional 4–6 percepatan memberi sensasi perpindahan gigi yang lebih terasa dibanding CVT WR-V, cocok untuk pengemudi yang menyukai karakter driving feel.
Fitur Tambahan dan Detail Praktis
Fronx punya beberapa keunggulan kecil tapi signifikan. Di antaranya, radius putar relatif kecil, port USB Type-C di baris kedua, fitur auto lock saat menjauh, dan separator bagasi.
WR-V tetap unggul di fitur walk-away auto lock dan paddle shift (varian RS). Namun head unit-nya masih terasa seperti aftermarket.
Harga Suzuki Fronx dan Honda WR-V
Honda WR-V RS dibanderol Rp 280 hingga Rp 330 juta (OTR Jakarta).
Sementara Suzuki Fronx lebih terjangkau, yakni di kisaran Rp 259 juta untuk tipe terendah, hingga Rp 319 juta untuk tipe tertinggi.
Kesimpulannya, kalau Anda mencari performa tinggi dan fitur flagship, Honda WR-V RS Sensing adalah pilihan aman dengan nama besar dan aftersales luas.
Namun jika Anda lebih menekankan fitur lengkap, interior lega, dan harga kompetitif, maka Suzuki Fronx jelas unggul di value-for-money. (naz)
Editor : Mizan Ahsani