Jawa Pos Radar Madiun - Google kembali menjadi sorotan dunia teknologi dengan perilisan daftar prompt terbaru untuk Gemini AI pada Oktober 2025.
Pembaruan besar ini dirancang untuk memperluas kreativitas pengguna dalam menciptakan konten berbasis kecerdasan buatan, baik berupa teks, foto, maupun karya visual digital.
Menurut laporan dari sejumlah media teknologi internasional, daftar ini berisi lebih dari 700 prompt siap pakai (ready-to-use prompts) yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan: mulai dari pembuatan karya seni digital, pengeditan foto profesional, hingga pembuatan konten kreatif di media sosial.
Beberapa kategori yang paling banyak diminati mencakup fotografi potret, bisnis, desain kreatif, dan pemasaran digital.
Di antara semuanya, prompt pengeditan foto potret menjadi yang paling populer.
Contohnya, pengguna cukup mengetikkan perintah seperti:
-
“Tingkatkan pencahayaan potret agar kulit tampak hangat dan alami.”
-
“Pertajam fitur wajah tanpa menghilangkan kesan lembut dan realistis.”
-
“Atur efek blur di latar belakang agar subjek lebih menonjol secara natural.”
Dengan instruksi sesederhana itu, Gemini AI mampu menghasilkan hasil visual yang realistis, artistik, dan konsisten dengan keinginan pengguna.
Selain tema potret, prompt bertema festival dan budaya juga tengah menjadi tren.
Di India, misalnya, banyak pengguna memanfaatkan model Gemini Nano Banana untuk menciptakan foto bertema Diwali dan Karwa Chauth dengan pencahayaan khas dan detail busana tradisional.
Fenomena ini menegaskan bahwa penggunaan Gemini AI kini tidak hanya terbatas pada proyek profesional, tetapi juga merambah ranah personal dan ekspresi budaya di media sosial.
Para pakar AI menilai, meluasnya daftar prompt Gemini AI menjadi bukti bahwa teknologi kecerdasan buatan kini semakin mudah diakses oleh masyarakat luas.
Dengan prompt yang telah dirancang secara detail, pengguna tidak perlu memahami pengaturan teknis model AI yang rumit.
Cukup ketikkan perintah sederhana, dan Gemini akan menampilkan hasil berkualitas tinggi.
Lebih jauh, prompt yang lebih spesifik juga meningkatkan relevansi hasil yang diberikan model.
Pengguna kini dapat mengatur gaya, suasana, hingga tema visual sesuai kebutuhan masing-masing.
Namun demikian, para ahli tetap mengingatkan pentingnya etika dalam penggunaan AI.
Pengguna dilarang menggunakan prompt untuk meniru wajah seseorang tanpa izin, membuat konten sensitif, atau melanggar hak cipta.
Google sendiri disebut terus memperbarui sistem keamanan Gemini untuk mencegah potensi penyalahgunaan.
Dengan ratusan prompt baru yang lebih beragam, realistis, dan mudah digunakan, daftar prompt Gemini AI terbaru Oktober 2025 memperkuat posisi Google sebagai pemimpin utama dalam dunia kecerdasan buatan kreatif.
Teknologi ini diprediksi akan semakin banyak digunakan oleh fotografer, kreator konten, desainer, hingga pelaku bisnis digital di seluruh dunia. (fin)
Editor : AA Arsyadani