Jawa Pos Radar Lawu - Open AI kembali menggebrak dunia teknologi dengan meluncurkan ChatGPT Atlas, browser web pertama yang sepenuhnya digerakkan oleh kecerdasan buatan (AI).
Mengusung ChatGPT sebagai inti, Atlas menawarkan pengalaman menjelajah internet yang jauh lebih interaktif, efisien, dan personal.
“Atlas dirancang untuk membantu pengguna berpikir, belajar, dan bekerja langsung di dalam browser,” tulis OpenAI melalui laman resminya, Minggu (26/10).
Browser ini dilengkapi sidebar ChatGPT yang memungkinkan pengguna meminta ringkasan halaman web, mencari informasi tambahan, hingga membandingkan produk tanpa harus membuka tab baru.
Ada pula Agent Mode, fitur eksperimental yang membuat AI mampu menjalankan tugas otomatis seperti riset, pemesanan, dan analisis konten.
Namun, fitur tersebut masih dalam tahap pratinjau dan hanya bisa diakses oleh pengguna berbayar.
OpenAI menegaskan bahwa privasi menjadi prioritas utama Atlas.
Secara default, data penjelajahan tidak digunakan untuk melatih model AI, dan pengguna dapat mengatur sendiri apa yang boleh diingat ChatGPT selama berselancar.
Meski begitu, pakar keamanan siber memperingatkan potensi risiko baru seperti prompt injection, yakni perintah tersembunyi dalam situs web yang dapat memicu respons atau tindakan tak diinginkan oleh AI.
Peluncuran Atlas menempatkan OpenAI dalam kompetisi langsung dengan Google dan Microsoft.
Dengan lebih dari 800 juta pengguna aktif mingguan, OpenAI kini berambisi menjadikan ChatGPT bukan sekadar asisten virtual, tetapi juga gerbang utama untuk menjelajahi internet.
Untuk tahap awal, Atlas baru tersedia di macOS, sementara versi Windows, iOS, dan Android akan segera menyusul.
Para analis menilai langkah ini dapat mengubah cara pengguna berinteraksi dengan informasi sekaligus menantang model bisnis media yang bergantung pada trafik dan iklan.
“AI memberi kita kesempatan untuk mendefinisikan ulang apa artinya menggunakan web,” tulis OpenAI dalam blog resminya. (fin)
Editor : AA Arsyadani