Jawa Pos Radar Madiun - Meski bentuknya kecil, sil busi dan sik deklep punya peran vital dalam menjaga performa mesin kendaraan.
Sayangnya, dua komponen ini sering diabaikan pemilik kendaraan hingga akhirnya mengeras, retak, atau aus — yang dampaknya bisa sangat fatal bagi mesin.
Fungsi Sil Busi dan Sik Deklep
Sil busi bertugas mencegah oli bocor ke ruang bakar lewat celah busi.
Sik deklep berfungsi menahan oli agar tidak merembes keluar dari tutup kepala silinder (deklep).
Keduanya bekerja menjaga sistem pelumasan dan pembakaran agar tetap bersih dan efisien. Begitu mulai mengeras atau rusak, efek berantai bisa langsung terasa.
Ciri-Ciri Sil Busi Mulai Rusak
Ketika sil busi sudah aus, oli akan merembes masuk ke ruang bakar dan ikut terbakar bersama bahan bakar. Akibatnya:
Knalpot mengeluarkan asap berwarna biru.
Busi cepat kotor dan berkerak.
Tenaga mesin menurun dan tarikan terasa berat.
Konsumsi bahan bakar meningkat karena pembakaran tidak sempurna.
Jika dibiarkan, kerak oli bisa menumpuk di kepala silinder dan mempercepat kerusakan piston maupun klep.
Bahaya Sik Deklep Keras atau Retak
Sik deklep yang sudah tidak elastis bisa menyebabkan kebocoran oli dari bagian atas mesin. Oli yang terus menetes membuat level pelumasan berkurang tanpa disadari.
Dampaknya bisa beruntun:
Pelumasan mesin berkurang.
Mesin cepat panas (overheat).
Nokas, klep, dan piston cepat aus.
Biaya perbaikan membengkak karena kerusakan merembet ke bagian lain.
Lebih parahnya lagi, oli bocor yang menetes ke bagian panas seperti knalpot bisa memicu kebakaran.
Cara Mencegah dan Merawat
Agar mesin tetap awet dan aman:
Periksa sil busi dan sik deklep setiap servis berkala.
Ganti segera jika terlihat retak, keras, atau timbul rembesan oli.
Jaga kebersihan kepala silinder dari tumpahan oli dan debu.
Gunakan suku cadang asli dan berkualitas.
Dengan perawatan rutin, mesin akan bekerja efisien, lebih irit bahan bakar, tahan lama, dan aman dari risiko kebakaran. (den)
Editor : Deni Kurniawan