Jawa Pos Radar Madiun - Siapa bilang harus ke Korea untuk mendapatkan foto ala K-Drama winter?
Dengan Dreamina AI, kamu bisa menciptakan visual hyper-realistic yang menampilkan adegan dramatis: salju menempel di bulu mata, pipi merona natural, hingga ekspresi intens yang mirip close-up scene drama favoritmu.
AI ini bukan sekadar mengedit, tapi membangun momen cinematic yang terasa emosional dan profesional.
Cara Edit Foto di Dreamina AI
1. Buka Dreamina
Kunjungi situs resmi dreamina.capcut.com melalui browser laptop atau smartphone.
2. Unggah Foto Berkualitas
Pilih foto close-up portrait dengan resolusi tinggi, fokus pada wajah, terutama mata, pipi, dan bibir.
3. Pilih Model AI
Gunakan Nano Banana untuk hasil cepat dan otomatis. Jika ingin kontrol lebih detail (rasio 4:5, resolusi tinggi, atau ukuran file tertentu), pilih Image 4.0 sebelum generate.
4. Masukkan Prompt
Gunakan prompt berikut agar hasil sesuai Korean drama winter aesthetic:
Baca Juga: Ubah Foto Biasa Jadi Estetik ala Fotografer Profesional, Cepat dan Mudah Pakai Dreamina AI
Hyper-realistic vertical portrait (6:19), original face 100% preserved. Bright cold winter, heavy snow, Korean drama mood. Do not change her face. Close-up: almond brown eyes, long lashes, pink cheeks/lips, snow on lashes/face. Brown hair, windswept with snow. Outfit: cream turtleneck, beige wool coat, red scarf. Nikon Z9, 24-70mm f/2.8, ultra-shallow DoF, max detail, 8K. Negative: oil painting, drawing, anime, cartoon, 3D, blur, soft focus.
5. Tunggu Hasil
Dreamina akan memproses fotomu menjadi Korean drama winter moment dengan detail intens: salju jatuh, rambut tertiup angin, pipi merona, dan ekspresi khas K-Drama.
Hasil akhir adalah vertical portrait 8K dengan kualitas profesional, siap untuk social media atau portfolio.
Hasil ini ideal untuk K-Drama fanatics, content creators, atau siapapun yang ingin foto terlihat cinematic ala drama Korea, lengkap dengan mood cold winter dan emosi intens.
Dreamina AI tidak hanya mengedit, tapi menghadirkan cerita visual penuh detail, dari salju yang hampir bisa disentuh hingga ekspresi protagonis yang dramatis.
(*/naz)
Penulis: Diva Vania Candrawati/Politeknik Negeri Madiun