Identitas perusahaan, materi promosi, hingga visual produk sangat bergantung pada desain yang menarik dan mudah dipahami audiens.
Tak heran permintaan desain meningkat drastis, membuat banyak graphic designer kewalahan menghadapi proyek yang harus selesai dalam waktu singkat.
Kabar baiknya, gelombang teknologi kecerdasan buatan memberi jalan baru. Sejumlah tools AI hadir sebagai “rekan kerja digital” yang mampu mempercepat proses kreatif dan mengurangi pekerjaan repetitif.
Dengan visual yang rapi dan output yang konsisten, AI menjadi solusi bagi desainer yang ingin bekerja lebih efisien tanpa mengorbankan kualitas.
Berikut rangkuman tools AI graphic design terbaik versi DiPStrategy, dirancang untuk membantu Anda menyelesaikan pekerjaan secara sat set lebih cepat, lebih mudah, dan tetap profesional.
1. Jasper.ai
Jasper.ai dikenal sebagai art generator yang mampu menghasilkan gambar unik dalam hitungan detik.
Resolusinya tinggi hingga 2K dan dapat digunakan untuk keperluan komersial tanpa watermark.
Tools ini menjadi alternatif unggulan bagi desainer yang ingin membuat visual fresh tanpa harus berburu foto stok.
2. Designs.ai
Sesuai namanya, platform ini dibuat khusus untuk kebutuhan desain grafis. Designs.ai menyediakan banyak template menarik untuk portfolio, branding, maupun konten marketing.
Fitur pencari ide desain juga memudahkan Anda menghadirkan konsep baru tanpa perlu brainstorming lama.
3. Adobe Sensei
Untuk pengguna yang ingin fitur lebih advanced, Adobe Sensei adalah pilihan yang kuat.
Teknologi AI ini membantu desainer fokus pada aspek kreatif, sementara sistem secara otomatis menyesuaikan resolusi, ukuran layar, dan kualitas grafik.
4. Uizard
Uizard memudahkan siapa saja baik desainer maupun non-desainer membangun desain digital seperti website, interface desktop, dan prototype aplikasi.
Keunggulannya ada pada kemampuan AI yang cepat membaca ide dan menerjemahkannya menjadi tampilan interaktif.
5. Fronty
Fronty menawarkan cara membuat website jauh lebih mudah: unggah gambar desain, lalu sistem akan mengubahnya menjadi kode HTML.
Hingga saat ini, Fronty memanfaatkan 11 teknologi termasuk HTML5 dan Google Analytics untuk memaksimalkan proses tersebut.
6. Khroma
Jika Anda sering bingung memilih kombinasi warna, Khroma hadir sebagai penyelamat.
AI ini mempelajari ribuan palet buatan manusia, lalu menyarankan kombinasi warna terbaik sesuai estetika dan kebutuhan desain Anda.
7. Autodraw
Untuk Anda yang belum percaya diri menggambar, Autodraw bisa membantu menghasilkan ilustrasi yang lebih rapi.
AI ini memadukan machine learning dengan gambar-gambar dari para seniman untuk memperindah sketsa Anda secara otomatis.
8. Deep Art Effects
Dengan sekali klik, Deep Art Effects dapat mengubah gambar biasa menjadi karya seni estetik. Tools ini ideal untuk menciptakan visual yang standout, terutama untuk proyek kreatif dan konten digital.
9. Let’s Enhance
Gambar pecah saat diunggah? Let’s Enhance mampu upscale foto hingga 16x lebih besar tanpa hilang detail. Sangat cocok untuk desainer yang sering mengirim file ke berbagai platform dan size harus tetap tajam.
10. Remove.bg
Remove.bg menjadi pilihan utama untuk menghapus background dalam hitungan detik. Anda cukup unggah foto, klik “Remove background”, dan hasil PNG sudah siap dipakai untuk desain atau stiker.
11. Sketch2Code
AI dari Microsoft ini mampu mengubah sketsa gambar tangan menjadi HTML prototype. Tools ini mempercepat proses dari konsep kasar menuju tampilan digital yang siap diuji.
12. Movavi
Movavi menghadirkan beragam fitur berbasis AI seperti Precise Object Removal, AI Auto Enhance, dan AI Enlargement. Semua fitur ini memastikan gambar Anda tetap bersih, tajam, dan menarik untuk kebutuhan profesional.
Dengan hadirnya berbagai tools AI graphic design ini, pekerjaan desain mulai dari website hingga konten marketing dapat dilakukan lebih cepat, lebih efektif, dan tetap berkualitas.
Teknologi ini bukan menggantikan desainer, tetapi memperkuat kreativitas serta produktivitas mereka di dunia bisnis yang bergerak semakin cepat. Semoga rekomendasi ini membantu Anda mendapatkan hasil desain terbaik.
(*/naz)
Penulis: Nazala Syifa Julieta/Politeknik Negeri Madiun