Jawa Pos Radar Madiun - Baca komik One Piece 1166 RAW tentang akhir insiden God Valley mempertegas kebusukan Pemerintah Dunia.
Setelah pertempuran berakhir dan bajak laut Rocks bubar, Pemerintah Dunia justru memutarbalikkan seluruh laporan kejadian.
Menyebarkan narasi palsu bahwa Garp adalah satu-satunya pahlawan yang menyelamatkan dunia.
Padahal, banyak fakta penting disembunyikan, termasuk pembantaian yang dilakukan para Celestial Dragon terhadap warga sipil.
Situasi tersebut sampai membuat Garp dan Sengoku bertengkar hebat.
Amarah Garp Meledak
Alih-alih bangga, Garp justru marah besar ketika mengetahui bahwa namanya dipakai tanpa persetujuan.
Pemerintah Dunia membentuk kisah heroik palsu demi menjaga citra, sementara kebenaran dikebumikan.
Garp membenci pujian semu. Baginya, menjadi “pahlawan palsu” adalah hinaan.
Ia bahkan menyatakan kebenciannya secara terbuka terhadap Pemerintah Dunia.
Sengoku Menutup Satu Mata
Sengoku, sahabat sekaligus rekan seperjuangan Garp, mencoba menenangkan situasi.
Sengoku sadar betul ada banyak kebusukan di tubuh Pemerintah Dunia, tetapi sebagai sosok yang memegang jabatan tinggi, dia tidak selalu bisa melawan.
Ia berkata dengan jujur: “Kadang aku harus menutup satu mata dan membuka mata yang lain. Aku tahu ada banyak kebusukan, tapi sebagai pemimpin aku tak bisa selalu menentang mereka.”
Ucapan Sengoku membuat Garp semakin tersulut emosi. Baginya, kompromi seperti itu justru bagian dari masalah.
Garp dan Sengoku pun terlibat pertengkaran panas.
Namun, ini bukan sekadar adu argumen. Ketegangan itu hampir berubah menjadi perkelahian serius.
Sengoku memperingatkan bahwa kemarahan Garp tidak akan mengubah apa pun.
God Valley tetap akan ditutup, laporan resmi tidak akan diubah, dan Pemerintah Dunia akan terus menutupi kebenaran.
Garp membalas dengan amarah yang meledak-ledak.
Dalam puncak emosinya, Garp mengeluarkan ancaman paling keras sepanjang hidupnya kepada sahabat dekatnya itu.
“Jika suatu hari kau menjadi sama bobroknya dengan mereka… Aku sendiri yang akan membunuhmu.” (cor)
Editor : Andi Chorniawan