Jawa Pos Radar Madiun – Artis Ratna Listy mengalami insiden menegangkan saat mobil Toyota Kijang Innova Reborn miliknya pecah ban ketika dalam perjalanan menuju Kota Madiun.
Dalam video yang diunggah di Instagram pribadinya, terlihat ban belakang kiri mobil tampak meleleh dan mengeluarkan asap.
Ratna menyebut kondisi ban sebenarnya masih terlihat cukup baik dan belum berusia terlalu tua.
Beruntung, pengemudi masih mampu mengendalikan mobil dan menepi sehingga kejadian itu tidak berujung kecelakaan.
Video tersebut langsung viral dan memancing pertanyaan warganet karena kondisi ban terlihat rusak parah.
Pecah ban memang dapat terjadi secara tiba-tiba.
Banyak pengendara mengira kerusakan ban hanya disebabkan keausan semata, padahal ada sejumlah faktor lain yang sering luput dari perhatian.
Berikut penjelasan lengkap penyebab ban mobil bisa pecah di tengah perjalanan:
1. Tekanan Udara Tidak Sesuai Standar
Tekanan ban terlalu rendah maupun terlalu tinggi dapat merusak struktur ban. Keduanya membuat ban bekerja lebih berat dan panas lebih cepat.
Pemilik mobil disarankan rutin mengecek tekanan udara minimal seminggu sekali atau sebelum perjalanan jauh.
2. Kondisi Ban Aus atau Usia Terlalu Tua
Ban memiliki usia pakai ideal 3–5 tahun. Meski tampak bagus, karet yang sudah tua akan mengeras, retak, dan kehilangan elastisitas.
Ban yang aus, licin, atau menimbulkan getaran perlu segera diganti.
3. Beban Mobil Berlebihan
Muatan yang melewati batas kapasitas memperberat kerja ban. Tekanan panas meningkat sehingga risiko ban meledak lebih besar.
Setiap ban memiliki Load Index yang menunjukkan batas beban aman.
4. Menghantam Lubang atau Benda Keras
Benturan keras dengan lubang atau batu tajam pada kecepatan tinggi dapat merusak dinding dalam ban (sidewall).
Kerusakan tidak selalu terlihat langsung, tetapi bisa menyebabkan ban pecah di perjalanan berikutnya.
5. Suhu Ban Terlalu Panas
Panas berlebih membuat karet ban melemah dan mudah robek.
Faktor pemicunya antara lain tekanan rendah, kecepatan tinggi terus-menerus, cuaca ekstrem, atau kualitas ban yang kurang baik.
Dengan memahami penyebabnya, pengemudi dapat mencegah risiko ban pecah di jalan.
Mulai dari pengecekan tekanan udara, memilih ban berkualitas, membatasi muatan, hingga berkendara lebih hati-hati di jalan rusak.
Insiden yang dialami Ratna Listy menjadi pengingat penting bahwa perawatan ban tidak boleh disepelekan karena menyangkut keselamatan di jalan. (dce)
Editor : Mizan Ahsani