Jawa Pos Radar Madiun - Pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik mulai terasa di berbagai daerah, termasuk Jawa Timur.
Namun, bagaimana dampaknya terhadap konsumsi BBM, termasuk di wilayah Madiun Raya?
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, memberikan penjelasannya.
Menurut Ahad, peningkatan adopsi kendaraan listrik berpotensi menekan konsumsi bahan bakar minyak, terutama dari segmen kendaraan pribadi.
Meski demikian, perubahan ini tidak terjadi secara drastis.
"Penurunan konsumsi BBM sifatnya bertahap dan sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur serta seberapa cepat masyarakat beralih ke kendaraan listrik," ujarnya.
Di tingkat lokal, penggunaan kendaraan listrik di Madiun Raya tercatat masih minim.
Sebagian besar pemakai berasal dari instansi dengan unit kendaraan dinas, serta pengguna motor listrik yang jumlahnya belum signifikan.
Fasilitas pengisian daya mulai bermunculan, tetapi mayoritas mobil dan motor warga masih mengandalkan BBM konvensional.
Dalam menghadapi dinamika tersebut, Pertamina menyiapkan strategi untuk menjaga layanan sekaligus mendorong penjualan produk BBM secara sehat dan transparan.
Melalui aplikasi MyPertamina, konsumen diajak bertransaksi lebih mudah dengan sistem yang terintegrasi.
"Berbagai promo juga disiapkan secara berkala, termasuk diskon maupun cashback untuk pembelian BBM nonsubsidi bagi pengguna aplikasi," jelas Ahad.
Selain itu, Pertamina kerap menghadirkan promo tematik pada momen tertentu seperti Lebaran, peringatan Hari Kemerdekaan, hingga periode kampanye khusus.
Lewat kombinasi inovasi digital dan program promosi yang berkelanjutan, Pertamina berharap dapat terus meningkatkan kenyamanan konsumen.
Di sisi lain, sekaligus menyesuaikan diri dengan pergeseran tren energi di masa mendatang. (*)
Editor : Mizan Ahsani