Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Gara-Gara AI, Harga RAM DDR4 Sekarang Jadi Kemahalan, Ini Penyebabnya

Satrio Jati • Rabu, 10 Desember 2025 | 20:58 WIB
Ilustrasi ipenggunaan AI dalam gadget
Ilustrasi ipenggunaan AI dalam gadget

Jawa Pos Radar Madiun - Harga RAM DDR4 meroket tajam sejak pertengahan 2025.

Kenaikan ini terjadi karena para produsen chip besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron mulai menggeser fokus produksi mereka ke DDR5 dan terutama HBM, memori berperforma tinggi yang sangat dibutuhkan untuk komputasi kecerdasan buatan (AI).

Dampaknya, pasokan DDR4 menyusut drastis dan harga melonjak hingga beberapa kali lipat.

Baca Juga: Hasil Voli Putri SEA Games 2025 Indonesia vs Malaysia: Megawati Hangestri Cs Menang Telak

Di pasar Indonesia, RAM DDR4 8 GB kini berada di kisaran Rp300–600 ribu, sementara versi 16 GB tembus Rp700 ribu hingga lebih dari Rp1,2 juta.

Pengalihan kapasitas pabrik tersebut membuat stok DDR4 di pasar semakin menipis.

Inventaris chip DDR4 16Gb di pasar spot bahkan naik tajam karena kelangkaan.

Walaupun teknologinya sudah tergolong lama, permintaan DRAM justru meningkat seiring ledakan kebutuhan memori untuk infrastruktur AI dan pusat data.

Situasi ini membuat produsen lebih memilih memenuhi kontrak bernilai tinggi dari perusahaan AI dan data center, sehingga porsi produksi untuk DDR4 di pasar konsumen terus tergerus.

Ironisnya, transisi teknologi ke generasi baru membuat harga DDR4 dan DDR5 sama-sama merangkak naik.

DDR4 mahal karena stok dipangkas besar-besaran sementara banyak PC kelas menengah masih menggunakannya.

Di sisi lain, DDR5 ikut menanjak akibat permintaan dari industri AI yang sangat besar dan biaya produksinya yang lebih tinggi.

Kombinasi kelangkaan pasokan dan ledakan permintaan global inilah yang membuat pasar memori mengalami lonjakan harga signifikan dalam beberapa bulan terakhir. (rio)

Editor : Mizan Ahsani
#ai #ram #Ddr4 #gpu #kecepatan #laptop #prosesor #komputer