Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

4 Perbandingan Sepeda Lipat Element Pikes dengan Brompton: Serupa tapi Tak Sama, Ada Harga Ada Rasa

Dewanti Septianingrum • Rabu, 10 Desember 2025 | 22:00 WIB
Sepeda lipat Element Pikes yang mirip Brompton.
Sepeda lipat Element Pikes yang mirip Brompton.

Jawa Pos Radar Madiun - Element Pikes dan Brompton sering disebut “kembaran” di dunia sepeda lipat 16 inci.

Secara tampilan dan mekanisme lipatan, keduanya memang sangat mirip. Bedanya, Brompton adalah pionir sekaligus ikon global folding bike asal Inggris.

Sementara Element Pikes hadir sebagai alternatif terjangkau yang diproduksi pabrikan lokal dan mitra Asia.

Di Indonesia, harga Brompton C Line baru berada di kisaran puluhan juta rupiah per unit.

Media dan blog sepeda mencatat saat peluncuran resmi, C Line Explore dibanderol sekitar Rp 29–33 jutaan, sementara P Line dan T Line bisa tembus sekitar Rp 50–80 jutaan tergantung varian dan kurs. 

Sebaliknya, Element Pikes, termasuk generasi terbaru seperti Pikes Gen 2 Nature Edition, banyak dijual di kisaran sekitar Rp 7–10 jutaan di marketplace.

Beberapa varian lama/entry-level pernah dipasarkan sekitar Rp4–5 jutaan. 

Secara sederhana, Pikes menawarkan rasa dan gaya “mirip Brompton” dengan harga hanya sebagian kecil dari Brompton asli.

Namun, perbedaan desain, material, dan detail teknis tetap cukup signifikan. Berikut perbandingan komprehensifnya.

1. Desain dan Geometri 

Brompton dikenal dengan desain lipat tiga bagian (three-part fold) yang sangat kompak: roda belakang dilipat ke bawah, roda depan diputar ke belakang, dan stang ikut dilipat ke samping.

Desain ini membuatnya jadi salah satu sepeda lipat paling ringkas di dunia, dengan roda 16 inci berukuran 349 dan geometri rangka yang khas. 

Element Pikes secara sadar mengadopsi gaya yang sangat mirip:

Lipatan tiga bagian dengan posisi roda dan rangka yang hampir sama.

Menggunakan roda 16 inci (biasanya 16 x 1 3/8) dengan bentuk rangka mendekati Brompton.

Beberapa ulasan sepeda di Indonesia bahkan secara terang menyebut Pikes sebagai sepeda lipat “brompton look” atau “mirip Brompton”, dengan frame chromoly dan lipatan serupa. 

Meski mirip, finishing detail, proporsi tubing, bentuk headtube, clamp, dan beberapa titik pengelasan tetap membedakan keduanya.

Di Brompton, detail visual terasa lebih “rapi” dan konsisten karena standar pabrik yang sangat tinggi; di Pikes, nuansa “mirip” itu cukup kuat, namun dengan beberapa penyesuaian untuk efisiensi produksi dan segmentasi harga.

2. Material dan Kualitas Rangka 

Brompton:

Rangka utama memakai micro-alloy steel yang dibentuk dan hand-brazed di pabrik Brompton di Inggris. 

Pada seri P Line dan T Line, bagian fork dan rear triangle menggunakan titanium untuk menurunkan berat dan meningkatkan kenyamanan karena sifat redam getar titanium. 

Setiap rangka biasanya melalui proses QC ketat, dan filosofi produksinya lebih mendekati craftsmanship daripada sekadar produk masal.

Element Pikes:

Banyak varian Pikes menggunakan frame dari bahan chromoly 4130 di bagian utama, dipadukan dengan material lain untuk fork/rear triangle. 

Chromoly 4130 dikenal kuat dan relatif ringan dibanding hi-ten steel biasa, sehingga masih sangat layak untuk penggunaan harian dan commuting.

Proses produksi lebih massal dan tersebar di pabrikan Asia, menekan biaya produksi sekaligus harga jual.

Secara teori, rangka Brompton punya heritage dan standar QC lebih tinggi; Pikes tetap fungsional dan kuat, tapi jelas dibangun untuk segmen harga yang jauh lebih rendah.

3. Sistem Lipat dan Kemudahan Dibawa

Karena mengadopsi konsep lipatan tiga bagian yang mirip, pengalaman melipat Element Pikes dan Brompton terasa serupa untuk pengguna awam:

Keduanya bisa dilipat menjadi paket kompak yang mudah dibawa masuk ke kereta, mobil, atau lift.

Posisi roda dan titik tumpu lipatan memungkinkan sepeda berdiri sendiri dalam keadaan terlipat.

Perbedaan detail:

Mekanisme clamp, engsel, dan finishing komponen lipatan Brompton terasa lebih halus dan presisi, sejalan dengan reputasinya sebagai produk premium.

Pada Pikes, fungsi lipat tetap baik, hanya saja beberapa pengguna biasanya memperhatikan dan merapikan setelan clamp dan engsel agar awet, sesuatu yang wajar pada sepeda mid-range.

Untuk komuter harian yang sering naik-turun transportasi umum, keduanya sama-sama praktis. Brompton unggul sedikit di sisi rasa “solid” dan presisi; Pikes unggul di sisi “value for money”.

4. Komponen dan Drivetrain 

Brompton:

Model klasik C Line Explore memakai kombinasi 3-speed internal hub + 2-speed derailleur, menghasilkan total 6-percepatan dengan rentang gigi luas sekitar 300%. 

Generasi terbaru C/P/T Line mulai beralih ke konfigurasi 4-speed eksternal atau 12-speed (3 x 4) untuk rentang gigi lebih lebar. 

Komponen seperti hub, derailleur, dan sprocket banyak memakai desain khusus Brompton.

Element Pikes:

Banyak varian Pikes memakai internal gear 3-speed (misalnya Sturmey Archer SRF3) dengan kombinasi tertentu untuk menghasilkan 3 atau 6 percepatan tergantung tipe. 

Generasi terbaru seperti Pikes Gen 2 Nature Edition bisa menggunakan kombinasi 3 x 3 (internal + eksternal) sehingga punya 9-speed, lengkap dengan komponen seperti hub internal Shimano Nexus di beberapa varian. 

Secara fungsi, Pikes sudah sangat memadai untuk commuting dan gowes santai di kota.

Brompton menawarkan pilihan gigi yang lebih luas dan matang, terutama pada line terbaru (4-speed/12-speed), cocok untuk pengguna yang sering menghadapi rute menanjak atau jarak lebih jauh.

5. Berat dan Portabilitas

Brompton:

C Line Explore 6-speed punya berat sekitar 11–12 kg, tergantung aksesoris. 

P Line dengan kombinasi baja + titanium turun ke kisaran 9,6–10 kg. 

T Line full titanium bahkan bisa di bawah 8 kg, menjadikannya salah satu folding bike paling ringan di kelasnya. 

Element Pikes:

Berbagai listing dan spesifikasi menyebut berat Pikes berada di sekitar 12–13 kg tergantung varian dan aksesoris (rack, fender, dll). 

Untuk dibawa naik-turun tangga atau di stasiun, perbedaan 1–3 kg bisa terasa, terutama jika sering mengangkat sepeda.

Di sisi ini, Brompton (apalagi P Line dan T Line) jelas unggul. Namun jika fokus utama hanya lipat–tarik–dorong jarak pendek, Pikes masih sangat cukup praktis. (cor)

Editor : Andi Chorniawan
#perbandingan #Sepeda Lipat #element pikes #rangka #Brompton #desain