Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Edisi Terbatas! Collab Panas Brompton x Shantell Martin P Line: Sepeda Lipat Baru dengan Tampilan Artsy

Mizan Ahsani • Minggu, 14 Desember 2025 | 17:09 WIB
Brompton x Shantell Martin P Line.
Brompton x Shantell Martin P Line.

Jawa Pos Radar Madiun - Produsen sepeda legendaris asal Inggris, Brompton, kembali menghadirkan edisi khusus yang mencuri perhatian.

Kali ini, Brompton berkolaborasi dengan seniman internasional Shantell Martin dalam meluncurkan Brompton x Shantell Martin P Line, sebuah sepeda lipat edisi terbatas yang resmi dirilis pada 5 Desember dan diperkenalkan pertama kali dalam ajang Miami Art Week.

Kolaborasi ini menyasar pengendara urban, komuter, hingga kolektor sepeda lipat yang menginginkan perpaduan antara fungsi, desain, dan nilai artistik.

Hasilnya adalah salah satu sepeda kota paling mencolok sekaligus paling kolektibel tahun ini.

Sepeda Lipat yang Berfungsi sebagai Karya Seni

Shantell Martin dikenal lewat gaya gambar garis tangan bebas yang kerap mengeksplorasi tema gerak, identitas, dan cerita personal.

Jika kolaborasi sebelumnya dengan Brompton mengusung pendekatan hitam-putih minimalis, edisi P Line terbaru justru tampil berani dengan sentuhan warna.

Garis-garis khas Martin mengalir di rangka ringan, sadel, hingga spatbor, dipadukan dengan aksen warna pink dan burgundy yang kontras.

Desain tersebut menjadikan sepeda ini bukan sekadar alat transportasi, melainkan karya seni yang bergerak di jalanan kota.

“Proyek ini sudah lama kami siapkan, dan sangat menyenangkan akhirnya bisa melihatnya hadir di dunia nyata,” ujar Shantell Martin.

“Sebagai seseorang yang tumbuh dengan kecintaan pada sepeda Brompton, kolaborasi ini terasa sangat istimewa. Bisa menambahkan sesuatu yang baru dan unik melalui gambar, warna, dan rasa bermain adalah sebuah kebahagiaan,” sambungnya.

Di balik tampilannya yang artistik, Brompton x Shantell Martin P Line tetap dibangun di atas platform P Line yang dikenal fungsional untuk kebutuhan komuter modern.

Sepeda ini mengusung rangka ringan yang mudah dibawa ke tangga, transportasi umum, atau disimpan di ruang sempit.

Handling dirancang responsif untuk menghadapi lalu lintas perkotaan, jalur sepeda, dan area pusat kota yang padat. Mekanisme lipat cepat khas Brompton tetap dipertahankan, menjadikannya ideal untuk mobilitas multimoda.

Bagi pengguna yang mengombinasikan sepeda dengan kereta atau transportasi umum, P Line masih menjadi salah satu sepeda lipat paling serbaguna di kelasnya.

Keunikan kolaborasi ini juga terletak pada detail tersembunyi yang baru terasa seiring waktu.

Martin menyisipkan kata-kata, bentuk, dan perubahan warna halus yang mendorong pengguna untuk terus menemukan hal baru setiap kali bersepeda.

Pendekatan ini selaras dengan perayaan 50 tahun Brompton, di mana eksplorasi berkelanjutan menjadi inti kolaborasi. Sepeda ini dirancang untuk “terbuka perlahan”, layaknya rute kota favorit yang makin dikenal seiring perjalanan.

“Ketika desain dan seni hadir dalam benda yang kita gunakan setiap hari, kita sebenarnya membawa lebih banyak kemungkinan ke dalam kehidupan sehari-hari,” kata Martin.

“Hal itu bisa mengubah cara kita memandang sesuatu yang sederhana, seperti perjalanan ke kantor atau ke toko. Jika lebih banyak orang bisa terpapar seni dengan cara kecil dan mudah dijangkau seperti ini, dunia bisa menjadi sedikit lebih baik dan lebih terbuka.”

Bagi pecinta desain, penggemar sepeda edisi terbatas, maupun komuter yang ingin tampil beda, Brompton x Shantell Martin P Line menawarkan kombinasi langka antara seni, rekayasa, dan nilai koleksi.

Sepeda ini dirancang untuk dipakai harian, mudah dilipat, sekaligus memancing perhatian di setiap perhentian lampu merah. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#komuter #Baru #Sepeda Lipat #edisi khusus #seniman #desember #collab #Brompton