Jawa Pos Radar Madiun - Persaingan smartphone kelas menengah kembali memanas dengan langkah terbaru dari Vivo yang resmi meluncurkan lini produk teranyarnya, Vivo S50 dan Vivo S50 Pro Mini, di pasar China.
Kedua perangkat ini hadir sebagai penerus dari seri Vivo S30, namun dengan perombakan desain yang sangat signifikan dan spesifikasi yang jauh lebih bertenaga.
Hal yang paling mencuri perhatian publik adalah keberanian Vivo dalam mengadopsi bahasa desain modul kamera yang sekilas menyerupai estetika produk Apple, yakni iPhone 17 dan iPhone Air.
Jika pada generasi sebelumnya Vivo S30 menggunakan modul oval vertikal, kali ini Vivo S50 reguler tampil dengan modul kamera berbentuk kotak (squircle) yang menampung tiga lensa dalam susunan zig-zag, mengingatkan pada desain iPhone Pro Max.
Perubahan desain yang lebih radikal justru terlihat pada varian Vivo S50 Pro Mini.
Ponsel ini memiliki modul kamera berbentuk oval memanjang yang memenuhi bagian atas bodi belakang, sebuah desain yang santer dikabarkan mirip dengan bocoran iPhone Air.
Meski mengadopsi gaya "island plateau", Vivo tetap mempertahankan ciri khas ergonomisnya dengan sudut-sudut bodi yang membulat.
Dilansir dari laman GSMArena, peningkatan tidak hanya terjadi pada sektor kosmetik luar, tetapi juga pada jeroan mesin yang digunakannya.
Vivo S50 Pro Mini, meskipun menyandang nama "Mini", justru diposisikan sebagai varian yang lebih gahar dengan otak pemrosesan Qualcomm Snapdragon 8 Gen 5, menggantikan Dimensity 9300+ pada seri lawasnya.
Sementara itu, Vivo S50 reguler ditenagai oleh Snapdragon 8s Gen 3, naik kelas dari Snapdragon 7 Gen 4. Keduanya pun sudah langsung menjalankan sistem operasi Android 16 dengan antarmuka OriginOS 6.
Beralih ke sektor tampilan visual, Vivo S50 menyuguhkan layar AMOLED seluas 6,59 inci, sedikit lebih ringkas dibanding pendahulunya yang berukuran 6,67 inci.
Sedangkan bagi penggemar ponsel compact, Vivo S50 Pro Mini hadir dengan layar AMOLED 6,3 inci beresolusi Full HD+.
Kedua layar ini sama-sama mendukung resolusi 1.260 x 2.750 piksel, refresh rate 120 Hz, serta fitur keamanan pemindai sidik jari di bawah layar (in-display fingerprint).
Tak mau kalah di sektor fotografi, duo S50 series ini kompak dibekali tiga kamera belakang dengan konfigurasi identik, yakni kamera utama 50 MP (PDAF, OIS), kamera telefoto 50 MP dengan 3x optical zoom, serta kamera ultrawide 8 MP.
Kebutuhan swafoto pengguna pun diakomodasi oleh kamera depan beresolusi tinggi 50 MP.
Salah satu keunggulan utama yang ditawarkan Vivo pada seri ini adalah kapasitas dayanya yang masif.
Kedua ponsel dibekali baterai jumbo 6.500 mAh yang didukung pengisian cepat 90 watt.
Khusus untuk varian Pro Mini, Vivo memberikan fitur eksklusif tambahan berupa wireless charging 40 watt. Fitur pendukung lainnya pun terbilang lengkap, mulai dari sertifikasi tahan air dan debu IP68/IP69, NFC, stereo speaker, hingga konektivitas Bluetooth 5.4.
Di pasar China, Vivo S50 hadir dalam warna biru, ungu, putih, dan hitam, sedangkan varian Pro Mini absen dalam pilihan warna biru.
Baca Juga: Baru Dapat Rapel Kenaikan Gaji? Honor 500 Wajib Masuk Wishlist PNS, Ini Bocoran Spesifikasinya
Mengenai harga jual, Vivo mematok harga yang cukup kompetitif untuk spesifikasi yang ditawarkan.
Berdasarkan data yang dihimpun, baik Vivo S50 maupun S50 Pro Mini dibanderol dengan harga yang sama untuk setiap varian memorinya. Harga dimulai dari 2.999 Yuan (sekitar Rp 7,1 juta) untuk varian 12/256GB, hingga varian tertinggi 16/512GB yang dijual seharga 3.599 Yuan (sekitar Rp 8,5 juta).
Sayangnya, hingga kini belum ada konfirmasi resmi apakah keluarga S-series terbaru ini akan masuk ke pasar global, termasuk Indonesia.
Mengingat rekam jejak Vivo yang terakhir kali memboyong seri S (Vivo S1 Pro) pada 2019 silam, kehadiran Vivo S50 di Tanah Air masih menjadi tanda tanya besar. (gar)
Editor : Tegar Rukmana