Jawa Pos Radar Madiun - Industri laptop global diperkirakan akan menghadapi tekanan harga yang semakin tajam pada 2026.
Kondisi ini muncul setelah pasokan komponen krusial seperti RAM dan SSD menjadi semakin langka di pasar internasional.
Penyebab utamanya bukan berasal dari gangguan produksi, melainkan lonjakan permintaan ekstrem dari pusat data kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang menyerap hampir seluruh pasokan memori dunia.
Beberapa merek ternama bahkan sudah secara terbuka mengakui dampak krisis ini dan menyiapkan langkah mitigasi sejak dini.
1. HP (Hewlett-Packard)
HP menjadi salah satu brand laptop yang paling terbuka membahas dampak krisis memori global.
CEO HP, Enrique Lores, mengungkapkan bahwa perusahaan tengah bersiap menghadapi lonjakan biaya komponen, khususnya pada RAM DDR5 yang harganya telah meningkat lebih dari 200 persen.
Dalam pernyataannya, HP mempertimbangkan dua langkah utama untuk menjaga margin bisnis tetap sehat.
Pertama, menaikkan harga jual laptop dan PC pada paruh kedua 2026. Kedua, menyesuaikan konfigurasi spesifikasi dengan menurunkan kapasitas RAM pada beberapa model, terutama di segmen entry-level dan menengah.
HP memang masih memiliki cadangan stok memori hingga pertengahan 2026. Namun setelah periode tersebut, tekanan biaya diperkirakan akan terasa langsung.
Dampaknya, konsumen berpotensi menemukan laptop dengan RAM lebih kecil pada titik harga yang sebelumnya menawarkan spesifikasi lebih tinggi.
2. Dell
Dell juga termasuk dalam daftar brand yang mulai terdampak signifikan oleh krisis memori global.
Laporan industri menyebutkan bahwa Dell sedang mengkaji kenaikan harga laptop dan PC di kisaran 15 hingga 20 persen, yang kemungkinan diterapkan mulai akhir 2025 atau awal 2026.
Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan biaya DRAM dan NAND Flash yang tidak lagi bisa diserap sepenuhnya oleh perusahaan.
Selain itu, Dell disebut harus menyesuaikan ulang roadmap produknya karena pasokan memori yang tidak lagi stabil.
Bagi konsumen, langkah ini berarti laptop Dell generasi baru kemungkinan hadir dengan harga lebih tinggi atau spesifikasi yang disesuaikan agar tetap kompetitif di pasar.
3. Lenovo
Lenovo juga memberikan sinyal kuat terkait penyesuaian harga produk laptopnya.
Berdasarkan sumber industri, seluruh penawaran Lenovo saat ini akan berakhir pada 1 Januari 2026.
Setelah tanggal tersebut, daftar harga baru akan diberlakukan mengikuti kenaikan biaya komponen.
Lonjakan harga RAM dan SSD membuat Lenovo berada pada posisi sulit. Untuk mempertahankan harga jual, perusahaan harus memilih antara menaikkan harga atau mengurangi kapasitas RAM dan SSD pada model tertentu.
Hal ini mengindikasikan bahwa laptop Lenovo generasi 2026 berpotensi lebih mahal dibanding pendahulunya, atau menawarkan spesifikasi yang lebih rendah pada kelas harga yang sama.
Apple dan Framework Soroti Mahalnya Upgrade RAM
Berbeda dengan brand Windows, Apple tidak secara terbuka mengonfirmasi kenaikan harga unit MacBook dalam waktu dekat.
Namun, sorotan justru datang dari mahalnya biaya upgrade RAM dan SSD pada lini MacBook terbaru.
Framework, produsen laptop modular, secara terbuka mengkritik struktur harga upgrade RAM milik Apple dan Dell.
Menurut Framework, lonjakan harga upgrade mencerminkan tekanan pasokan memori global yang semakin berat, sehingga konsumen harus membayar jauh lebih mahal untuk peningkatan spesifikasi.
Fenomena ini menunjukkan bahwa krisis memori tidak hanya memengaruhi harga laptop baru, tetapi juga biaya peningkatan komponen bagi pengguna yang ingin memperpanjang usia perangkat mereka. (cor)