Jawa Pos Radar Madiun - Kabar membanggakan datang dari ajang SEA Games 2025 yang berlangsung di Thailand.
Atlet balap sepeda andalan Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rendy Varera Sanjaya, sukses mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional dengan memborong dua medali sekaligus.
Bertanding di Khao Kheow Open Zoo, Chonburi, pada Kamis (11/12), Rendy tampil beringas dan berhasil menyabet medali emas keenam untuk kontingen Merah Putih pada nomor MTB Eliminator.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Sepeda MTB United Harga Rp 2 Juta, Ada Elbruz 26 Pilihan Favorit Remaja dan Wanita
Ia sukses mengasapi sembilan pesaing tangguh lainnya, termasuk Zulfikri Zulkifli dari Malaysia yang harus puas dengan perak, dan atlet Filipina Mark Louwel Valderama di posisi perunggu.
Tak hanya itu, ketangguhan Rendy juga terbukti di nomor downhill putra dengan menyabet medali perak setelah mencatatkan waktu krusial 2 menit 38,714 detik di lintasan penuh turunan curam dan tikungan teknis.
Prestasi gemilang ini langsung mendapat apresiasi tinggi dari Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, yang menyebut capaian ini sebagai motivasi besar bagi atlet-atlet daerah lainnya untuk berani berprestasi lebih jauh.
Dilansir dari laporan Antara, keberhasilan Rendy menaklukkan medan ekstrem di Thailand tidak lepas dari persiapan matang dan "senjata" mumpuni yang ditungganginya.
Rendy mengaku telah menjalani pemusatan latihan (training camp) intensif di Yogyakarta sejak Mei, yang mencakup penguatan fisik, teknik, dan yang terpenting, mental bertanding.
Ia bahkan mengaku tampil "mati-matian" meski target awalnya adalah di nomor downhill.
Namun, faktor kunci lain yang mendukung performa eksplosifnya di lintasan adalah sepeda gunung (mountain bike) yang digunakannya, yakni Trek Remedy.
Sepeda ini bukanlah sembarang sepeda gunung, melainkan mesin full suspension yang dirancang khusus untuk melibas jalur trail dan enduro yang ganas.
Keunggulan utama Trek Remedy terletak pada kaki-kakinya yang kekar, dibekali suspensi depan dengan travel mencapai 160mm (menggunakan komponen sekelas RockShox Lyrik/Yari atau FOX) dan suspensi belakang 150mm.
Kombinasi travel panjang ini menjadi kunci bagi Rendy untuk meredam benturan keras saat melakukan lompatan (jumps) atau menghajar akar pohon dan bebatuan di kecepatan tinggi.
Selain suspensi yang "badak", Trek Remedy juga didesain untuk kelincahan maksimal.
Penggunaan roda berukuran 27.5 inci—alih-alih 29 inci yang lebih besar—memberikan keuntungan dalam hal akselerasi cepat dan kemudahan bermanuver di jalur teknikal yang sempit dan berliku, seperti yang dihadapi Rendy di Thailand.
Rangka sepeda ini, yang umumnya tersedia dalam opsi Aluminium Alpha yang tangguh atau Carbon OCLV yang super ringan, memberikan keseimbangan sempurna antara kekuatan dan bobot.
Untuk urusan transfer tenaga, sepeda ini mengandalkan drivetrain 1x12 kecepatan (seperti SRAM GX Eagle) yang menawarkan rentang gigi luas untuk menaklukkan tanjakan terjal maupun ngebut di turunan, serta didukung rem hidrolik pakem untuk kontrol penuh di tikungan tajam.
Perpaduan antara skill mumpuni Rendy Varera dan spesifikasi gahar Trek Remedy inilah yang akhirnya sukses mengibarkan bendera Merah Putih di podium tertinggi SEA Games 2025. (gar)
Editor : Tegar Rukmana