Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Jadi Andalan Juara SEA Games 2025! Kenali Varian Sepeda Trek Remedy Milik Randy Varera Sanjaya, Alumunium Hingga Carbon

Tegar Rukmana • Rabu, 17 Desember 2025 | 05:06 WIB
Perbedaan material rangka pada jajaran seri Trek Remedy, mulai dari Alpha Platinum Aluminum yang tangguh hingga OCLV Carbon yang super ringan.
Perbedaan material rangka pada jajaran seri Trek Remedy, mulai dari Alpha Platinum Aluminum yang tangguh hingga OCLV Carbon yang super ringan.

Jawa Pos Radar Madiun - Euforia kemenangan atlet balap sepeda Rendy Varera Sanjaya yang sukses menyumbangkan medali emas dan perak di ajang SEA Games 2025 Thailand masih terasa hangat.

Prestasi gemilang di nomor MTB Eliminator dan Downhill tersebut tak pelak membuat "kuda besi" andalannya, Trek Remedy, mendadak menjadi sorotan utama para pecinta gowes di Tanah Air.

Banyak penghobi sepeda gunung yang kini melirik Trek Remedy sebagai tunggangan impian agar bisa merasakan sensasi berkendara layaknya sang juara SEA Games.

Baca Juga: Taklukkan Jalur Ekstrem Thailand! Rendy Sanjaya Raih Emas SEA Games 2025 Pakai 'Kuda Besi' Trek Remedy, Simak Spesifikasi Gaharnya

Namun, sebelum Anda terburu-buru memecahkan celengan untuk meminangnya, penting untuk memahami bahwa Trek Remedy hadir dalam beberapa kasta atau varian yang berbeda.

Meski secara DNA geometri semuanya dirancang untuk melibas jalur trail teknikal dengan roda lincah berukuran 27,5 inci, perbedaan material rangka dan komponen bawaan membuat setiap varian memiliki karakter dan harga yang terpaut jauh.

Bagi kalangan penghobi yang mencari keseimbangan antara performa dan ketahanan dompet, varian Trek Remedy 8 adalah primadona yang paling masuk akal.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Sepeda MTB United Harga Rp 2 Juta, Ada Elbruz 26 Pilihan Favorit Remaja dan Wanita 

Seri ini sering disebut sebagai "kuda beban" karena rangkanya menggunakan material Alpha Platinum Aluminum.

Meskipun bobotnya sedikit lebih berat dibandingkan versi yang dipakai atlet profesional, rangka alumunium ini dikenal sangat "badak" alias tahan banting saat dihajar di medan bebatuan cadas atau drop yang tinggi.

Biasanya, Trek Remedy 8 sudah dibekali komponen kelas menengah-atas yang sangat reliabel, seperti kombinasi drivetrain Shimano XT atau SRAM GX Eagle 12-speed, serta suspensi depan RockShox Lyrik yang mumpuni.

Baca Juga: Cek Harga dan Spesifikasi Road Bike Polygon Strattos S2–S4 Disc Terbaru 2025, Mana yang Paling Worth It?

Varian ini sangat cocok bagi goweser yang ingin merasakan geometri juara SEA Games tanpa harus khawatir rangkanya retak saat terjatuh dalam pemakaian harian yang kasar.

Sementara itu, bagi mereka yang menginginkan spesifikasi race-ready atau mendekati apa yang digunakan oleh atlet elit di kancah internasional, varian Trek Remedy 9.8 dan 9.9 adalah jawabannya.

Perbedaan paling mencolok ada pada material rangkanya yang sudah mengadopsi teknologi OCLV Mountain Carbon.

Baca Juga: 5 Sepeda Polygon Terbaik Harga Rp 2 Juta, Ada MTB Cascade 2 yang Lincah Melewati Jalur Aspal dan Tanah

Material serat karbon khusus dari Trek ini membuat bobot sepeda terpangkas signifikan, menjadikannya jauh lebih ringan saat diajak menanjak (climbing) dan lebih responsif saat bermanuver di tikungan sempit.

Tak hanya rangka, komponen yang menempel pun biasanya merupakan kasta tertinggi ("sultan"), seperti wheelset karbon Bontrager dan suspensi FOX Factory Series dengan lapisan emas Kashima Coat yang super licin.

Tentu saja, performa tingkat tinggi ini harus ditebus dengan harga yang bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat dari varian alumunium.

Baca Juga: Hasil Indonesia vs Thailand Semifinal Futsal Putri SEA Games 2025: Menang Adu Penalti, Merah Putih ke Final

Jadi, apakah Anda tim alumunium yang badak atau tim karbon yang super ringan? Pilihan kembali pada budget dan seberapa serius Anda ingin menekuni jalur trail seperti sang juara SEA Games. (gar)

Editor : Tegar Rukmana
#2025 #Alumunium #sea games #trek remedy #carbon