Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tren Busana Muslim 2026: Dominan Calm dan Bold, Nyaman Jadi Andalan Lebaran

Erlita H • Senin, 19 Januari 2026 | 19:00 WIB
TREN 2026: Koleksi busana muslim karya desainer Madiun Ulfa Mumtaza tampil dengan siluet longgar dan warna tenang dalam East Java Fashion Tendance 2026. FOTO: ISTIMEWA
TREN 2026: Koleksi busana muslim karya desainer Madiun Ulfa Mumtaza tampil dengan siluet longgar dan warna tenang dalam East Java Fashion Tendance 2026. FOTO: ISTIMEWA

Jawa Pos Radar Madiun – Tren busana muslim 2026 mulai mengemuka seiring mendekatnya bulan Ramadan.

Warna, potongan, hingga pemilihan bahan menjadi fokus para desainer dalam menyiapkan koleksi Lebaran tahun ini.

Desainer asal Madiun Ulfa Mumtaza menyebut tren busana muslim 2026 tidak terpaku pada satu warna atau gaya tertentu.

Arah utamanya kembali pada karakter dan kenyamanan pemakai, dengan perpaduan nuansa calm dan bold yang tetap wearable.

“Busana muslim tahun ini dipersiapkan untuk menyambut Lebaran. Jadi tetap mengedepankan kesan rapi, nyaman, dan elegan,” ujarnya, Senin (19/1).

Koleksi Ulfa yang ditampilkan dalam ajang East Java Fashion Tendance 2026 garapan IPPMI Jawa Timur pada Rabu (14/1), menonjolkan siluet longgar yang memberi ruang gerak lebih nyaman.

Potongan atasan diberi sentuhan warna kontras, dipadukan lengan mengembang menyerupai balon.

Tren rompi juga masih mendominasi, namun dikemas lebih sederhana tanpa banyak ornamen.

Pendekatan ini dinilai relevan untuk kebutuhan busana Lebaran yang ingin tampil rapi tanpa kesan berlebihan.

Menurut Ulfa, memilih busana bukan semata soal estetika.

Pemakai perlu memahami bentuk tubuh agar potongan busana mampu menyamarkan kekurangan sekaligus menonjolkan kelebihan.

“Fashion itu soal kenyamanan dan rasa percaya diri,” katanya.

Penyesuaian warna dengan warna kulit, pemilihan bahan yang adem, serta detail yang sesuai suasana acara menjadi kunci utama.

Ulfa menilai pergeseran tren dari tahun ke tahun tidak terlalu drastis, namun pendekatannya berubah.

“Kalau 2025 lebih banyak bermain layering dan bahan berat, tren 2026 justru lebih bersih, sederhana, dan tenang,” jelasnya.

Secara global, tren fashion 2026 juga mengarah pada ekspresi diri yang personal, keberlanjutan, serta kenyamanan.

Siluet klasik era 1990-an dan sentuhan Y2K modern kembali diadaptasi, dipadukan warna cerah maupun earth tone, dengan aksesori sebagai penegas karakter.

Konsep inklusivitas pun makin kuat, ditandai busana yang tak lagi kaku pada batas gender.

“Gunakan fashion sesuai karakter diri sendiri. Tidak perlu terlalu heboh mengikuti media sosial. Simpel, elegan, dan nyaman itu sudah cukup,” pungkas Ulfa. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#fashion muslim terbaru #fashion Lebaran 2026 #tren busana muslim 2026 #East Java Fashion Tendance #busana muslim nyaman #Ulfa Mumtaza