Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

OpenAI Kembangkan Earphone AI “Sweet Pea”, Diklaim Lebih Pintar dari AirPods dan Bisa Gantikan Fungsi Ponsel

AA Arsyadani • Senin, 19 Januari 2026 | 13:03 WIB
Earphone AI OpenAI siap ubah cara manusia berinteraksi dengan teknologi.
Earphone AI OpenAI siap ubah cara manusia berinteraksi dengan teknologi.

Jawa Pos Radar Madiun - OpenAI dilaporkan mulai serius merambah pasar perangkat wearable dengan mengembangkan earphone berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama kode “Sweet Pea”. Perangkat ini disebut-sebut bakal menjadi penantang langsung Apple AirPods, sekaligus menandai langkah besar OpenAI keluar dari dunia software menuju hardware pintar.

Mengutip Gizmochina, pengembangan Sweet Pea menjadi bukti konkret ambisi OpenAI memasuki industri wearable setelah lama beredar sebagai rumor. Yang menarik, proyek ini dirancang oleh Jony Ive, mantan kepala desainer Apple yang dikenal sebagai otak di balik desain ikonik iPhone.

Keterlibatan Jony Ive tidak lepas dari langkah strategis OpenAI yang mengakuisisi perusahaan desain miliknya, io hardware, pada Mei 2024 dengan nilai sekitar 6,5 miliar dolar AS. Sweet Pea disebut sebagai salah satu produk awal hasil kolaborasi besar tersebut.

Desain Unik, Bukan Earbud Biasa

Berbeda dari earphone nirkabel pada umumnya yang dimasukkan ke telinga, Sweet Pea dikabarkan mengusung desain tidak konvensional. Unit utamanya berbentuk seperti kerikil logam, dipadukan dengan dua modul menyerupai kapsul yang ditempatkan di belakang telinga.

Desain ini bukan sekadar estetika. Struktur tersebut memungkinkan ruang lebih besar untuk menampung chip berkinerja tinggi serta mendukung pemrosesan AI langsung di perangkat (on-device AI).

Chip 2nm dan AI Tanpa Perintah “Hey”

Sweet Pea disebut akan ditenagai prosesor khusus berfabrikasi 2 nanometer, teknologi yang memungkinkan sebagian besar fungsi AI berjalan secara lokal tanpa bergantung penuh pada komputasi awan.

Dengan pendekatan ini, perintah suara, pemahaman konteks, hingga interaksi pengguna dapat diproses secara cepat dan privat. Bahkan, perangkat ini dikabarkan dibekali mikrofon dan kamera untuk memantau lingkungan sekitar secara berkelanjutan.

Hasilnya, AI dapat memberikan respons atau saran tanpa perlu dipicu perintah suara seperti “Hey”, membuat interaksi terasa lebih natural dan proaktif.

Berpotensi Gantikan Fungsi Dasar Ponsel

Laporan tersebut menyebut Sweet Pea berpotensi mengambil alih sejumlah fungsi dasar smartphone. Pengguna disebut dapat mengontrol aplikasi dan layanan sepenuhnya melalui suara, tanpa perlu layar.

Jika terealisasi, konsep ini bisa mengubah cara manusia berinteraksi dengan teknologi, dari berbasis layar menuju AI yang selalu hadir dan kontekstual.

Target Rilis 2028, Produksi Puluhan Juta Unit

OpenAI dikabarkan menargetkan peluncuran Sweet Pea pada September 2028, dengan target pengiriman awal mencapai 40 hingga 50 juta unit pada tahun pertama. Meski ambisius, jadwal tersebut masih bisa berubah seiring perkembangan teknologi dan strategi perusahaan.

Jika proyek ini berhasil, Sweet Pea berpotensi menjadi tonggak baru wearable AI, sekaligus ancaman serius bagi dominasi Apple di pasar earphone pintar. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#AI Sweet Pea #Open AI #airpods