Jawa Pos Radar Madiun – Persaingan mobil listrik mungil (micro car) di Indonesia makin sengit.
Setelah Wuling Air ev dan Seres E1 mendominasi jalanan, kini hadir penantang serius asal Tiongkok, yakni Changan Lumin.
Dibanderol dengan harga kompetitif Rp 183 juta, mobil berwajah imut ini baru saja dijajal ketangguhannya membelah kemacetan Jakarta.
CEO Changan Indonesia Setiawan Surya menyebut Lumin dirancang untuk mobilitas perkotaan yang stylish namun tetap efisien.
Apalagi, mobil ini sudah dirakit lokal dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen.
"Kegiatan tersebut juga menjadi bukti komitmen kami dalam memperkuat eksistensi di pasar otomotif tanah air," ujar Setiawan, Rabu (21/1) lalu.
Desain Moon Eye Curi Perhatian
Saat diajak berkeliling Jakarta, Changan Lumin sukses menjadi pusat perhatian.
Lampu utamanya yang disebut Moon Eye Headlamp memberikan kesan mata mengantuk yang justru terlihat unik dan futuristik.
Meski dimensinya ringkas (panjang 3,2 meter), kabinnya diklaim lega.
Konfigurasi kursi mampu menampung 4 orang dewasa tanpa harus menekuk kaki secara berlebihan.
Fitur hiburan pun tak pelit. Ada head unit layar sentuh 10,25 inci yang sudah mendukung Apple CarPlay dan Android, fitur yang jarang ditemui di mobil sekelasnya.
Performa Gesit tapi Awas Mundur?
Dalam uji coba menembus macet dan hujan, Lumin terbukti lincah (agile). Saat mode berkendara dipindah ke Sport, tarikan mesin listriknya terasa responsif untuk menyalip.
Baterainya pun mumpuni. Sekali cas penuh, Lumin bisa melaju hingga 301 km. Fitur DC Fast Charging-nya juga juara, mampu mengisi 30-80% hanya dalam 35 menit.
Namun, ada satu catatan krusial bagi pengemudi pemula. Mobil ini belum dilengkapi fitur Hill Start Assist (HSA).
Saat terjebak macet di tanjakan, pengemudi harus ekstra waspada dan cepat memindah kaki dari rem ke gas agar mobil tidak merosot mundur.
"Hanya saja, tidak adanya fitur hill start assist membuat kendaraan ini harus mendapatkan perhatian lebih dari penggunanya pada saat berada dalam kondisi menanjak," tulis ANTARA.
Analisis Redaksi: Layakkah Dibeli?
Changan Lumin adalah opsi menarik bagi kaum urban yang mencari mobil kedua atau kendaraan harian ke kantor.
Dengan harga Rp 183 juta, ia menawarkan fitur Fast Charging yang menjadi kelemahan utama Wuling Air ev tipe Standard Range.
Kelebihannya desain segar, kabin lega, dan fitur entertainment lengkap.
Kekurangannya, tidak adanya Hill Start Assist.
Padahal fitur tersebut deal-breaker bagi yang tinggal di daerah berkontur naik-turun (seperti pegunungan).
Untuk penggunaan di jalan datar perkotaan (Madiun Kota/Jakarta), mobil ini sangat worth it. Tapi jika Anda sering lewat jalan pegunungan, siapkan skill mengemudi ekstra. (naz)
Editor : Mizan Ahsani