Sebagai umat Muslim, kita dituntut untuk menjaga kesucian ibadah ini dari berbagai hal yang dapat membatalkannya.
Sering kali, kita sangat berhati-hati terhadap makan dan minum dalam porsi besar, namun justru terjebak pada perbuatan sepele yang tanpa disadari bisa menggugurkan sahnya puasa.
Berikut adalah daftar perbuatan "kecil" yang harus diwaspadai agar puasa Anda tetap sempurna:
1. Menelan Sisa Makanan di Sela Gigi
Terkadang, sisa makanan dari waktu sahur masih terselip di gigi. Jika Anda menyadari adanya sisa makanan tersebut lalu dengan sengaja menelannya, maka puasa seketika batal. Hal yang sama berlaku jika Anda menelan ludah yang sudah bercampur dengan sisa rasa makanan atau minuman.
2. Memasukkan Sesuatu ke Lubang Tubuh
Memasukkan benda secara sengaja ke dalam lubang tubuh yang terbuka, seperti penggunaan obat tetes mata yang mengalir hingga tenggorokan, sampai memasukkan obat melalui jalur anus (enema) atau pemasangan kateter urin.
3. Mencicipi Masakan
Bagi para ibu yang menyiapkan hidangan berbuka, mencicipi makanan sering kali dilakukan tanpa sadar. Meskipun makanan dikeluarkan kembali, sisa rasa yang tertelan di tenggorokan berisiko membatalkan puasa. Ulama menyebut aktivitas ini makruh dan sebaiknya dihindari jika tidak mendesak.
4. Emosi yang Meledak-ledak
Puasa adalah latihan menahan hawa nafsu. Meluapkan emosi berlebih, marah-marah, hingga menggunjing orang lain memang sering dianggap hanya mengurangi pahala. Namun, dalam tingkat tertentu, nafsu yang tidak terkendali dianggap merusak esensi dan rukun batin puasa.
5. Merokok dan Menghirup Uap secara Sengaja (termasuk aroma therapy)
Merokok jelas membatalkan puasa karena memasukkan zat ke dalam tubuh. Selain itu, menghirup uap minyak aromaterapi atau asap yang disengaja disedot ke dalam pernapasan juga dianggap dapat menggugurkan puasa oleh sebagian ulama.
6. Niat untuk Berbuka
Ini yang paling krusial. Niat adalah rukun utama puasa. Jika di tengah hari Anda sudah berniat dalam hati untuk membatalkan puasa (meskipun belum ada makanan atau minuman yang masuk ke mulut), maka secara syariat puasa tersebut sudah dianggap batal.
Kesimpulan
Menjaga kualitas puasa membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Dengan menghindari perbuatan-perbuatan sepele di atas, diharapkan ibadah kita di bulan suci 2026 ini berjalan lancar dan diterima oleh Allah SWT. (*)
*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.
Editor : Mizan Ahsani